Potret Buram Fasilitas Pendidikan di Pesawaran Terungkap

1
Foto Arul - Tenaga kerja terampil kontruksi di Kabupaten Pesawaran mengikuti Pelatihan Uji Kompetensi dan Sertifikasi Terampil Kontruksi.Foto Joko (HL) - Salah satu ruang kelas di SDN 04 Way Ratai yang atapnya disangga balok kayu agar tidak roboh.
WAY RATAI – Potret buram fasilitas pendidikan di Kabupaten Pesawaran semakin banyak terungkap. Hal ini diketahui masih banyaknya fasilitas pendidikan di Kabupaten Pesawaran yang tidak memadai, mulai dari kekurangan ruang kegiatan belajar dan mengajar (KBM), satu ruang kelas yang disekat papan untuk dijadikan dua ruang kelas, dinding sekolah yang sudah retak dan terkelupas, atap bocor, hingga atap ruang kelas yang disanggah kayu balok seperti yang terlihat di Sekolah Dasar Negri (SDN) 04 Way Ratai yang berada di Desa Pesawaran Indah, Kecamatan Way Ratai.
 
Dimana, siswa kelas 1, 2 dan 3 terpaksa harus belajar sambil diselimuti rasa ketakutan. Pasalnya ruang kelas yang mereka gunakan untuk kegiatan belajar sehari-hari dalam kondisi rusak berat, bahkan atap harus ditopang dengan sebuah kayu balok untuk mencegahnya supaya tidak ambruk. Selain itu kaca jendela dalam kondisi pecah, serta kursi dan meja yang sudah lapuk. Dimana Kondisi ini sudah terjadi lebih dari sepuluh tahun.
 
Berdasarkan pantauan Radar Pesawaran dilapangan, terdapat dua ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar kelas 1, 2 dan 3. Dua ruang kelas tersebut dalam kondisi atap banyak yang bolong dan kontruksi atapnya nyaris ambruk dan sudah disangah oleh balok kayu. Selain itu, sebagian kaca ruang kelas pecah, kondisi lantai juga banyak yang terkelupas, mebeuler sekolah seperti kursi dan meja juga banyak yang rusak.
 
Tidak hanya itu , kondisi dinding bangunan juga banyak yang berlubang , atap plafon setiap ruang kelas juga sudah banyak yang ambrol , bahkan banyak atap asbes yang pecah dan berterbangan tersapu angin.
 
Sofrin Pasar Ribu, salah seorang guru di SDN 04 Way Ratai mengatakan, kondisi fasilitas pendidikan yang tidak memadai tersebut tentu saja membuat aktivitas belajar dan mengajar tidak nyaman.
 
” Jika hujan deras mengguyur, papan tulis, meja, kursi dan para siswa harus dipindahkan ketempat yang tidak bocor,” ujarnya.  
 
Menurutnya, rusaknya fasilitas gedung di sekolah tersebut sudah berlangsung sejak sepuluh tahun terakhir, dan pihak sekolah sudah sering mengajukan bantuan untuk renovasi bangunan, namun hingga saat ini tak kunjung terealisasi.
 
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui dinas pendidikan bisa segera melakukan perbaikan gedung, agar para siswa maupun guru bisa melakukan aktifitas belajar mengajar dengan nyaman,” harapnya.
 
Sementara, Kepala SDN 04 Way Ratai, Almeteus Sumiyono mengungkapkan, bahwa SDN 04 Way Ratai bukan hanya mengalami kerusakan ruang kelas, namun sekolah yang telah berdiri sejak tahun 1984 tersebut juga kekurangan ruang kelas. Kondisi ini memaksa kelas satu dan kelas dua bergantian menggunakan ruang kelas yang ada.
 
“Ruang kelas disekolah kami terbatas, atapnya banyak yang bolong, kaca pecah, bangku usang , dua ruang kelas mau ambruk atapnya, satu kelas atapnya sudah ditopang dengan balok kayu,” ungkapnya.
 
Almeteus Sumiyono menambahkan, dengan kondisi tersebut pihaknya sudah sering mengajukan proposal manual setiap tahunnya untuk dilakukan rehab dan oenambahan ruang kelas baru kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran. Juga mengajukan secara online melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), namun hingga saat ini belum ada yang terealisasi.
 
“Sudah kami laporkan dan sudah mengajukan untuk perbaikan namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki,” tandasnya. (jko/esn)
BACA :  2020, Pemkab Akan Beri Insentif Guru PAUD
BAGIKAN