PRI Sidomulyo Targetkan 8 Desa ODF

627
Veridial – Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo tengah memaparkan target 8 desa ODF, pada lokakarya mini di aula PRI Sidomulyo, kemarin.

SIDOMULYO – Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sidomulyo menargetkan delapan desa untuk bisa mencapai Open Defecation Free (ODF). Pasalnya, dari 16 desa yang ada di Sidomulyo belum satupun desa mencapai target tersebut.

Kepala PRI Sidomulyo, dr. Rocky Sihombing mengatakan, pihaknya tengah mengejar target ODF karena pentingnya Sanitasi Total Berbasis Masyarkat (STBM) bagi setiap individu.

“Kami harapkan seluruh desa untuk bisa bekerjasama guna mencapai ODF. Sebab, dari 16 desa belum satupun yang mendapat predikat ODF,” kata Rocky Sihombing saat lokakarya mini di aula PRI Sidomulyo, Selasa (23/5) kemarin.

BACA :  Puluhan Rumah di Pantai Mutun Terendam Banjir Rob

Rocky menuturkan, Lampung Selatan tengah mengikis dan bekerja keras untuk membebaskan setiap warga desa dari buang air besar sembarangan (Babs). Target itupun dipertegas dengan komitmen kerjasama dengan yayasan Sitching Nderlandse Vilwilligers (SNV).

“Pertama-tama, langkah yang kami ambil dengan mengumpulkan pemerintah desa tentunya dengan personil tentara STBM atau Kader STBM dalam penerapannya dilapangan. Tujuannya tidak lain untuk kemaslahatan masyarakat yang belum memiliki jamban sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut Rocky Sihombing menjelaskan bahaya yang dapat ditimbulkan dari perilaku buang air besar sembarangan. Jika prilaku tak sehat itu terus menerus dilakukan warga kesehatan lah yang menjadi sasarannya. “STBM di Indonesia sejauh ini masih menjadi perhatian, negara-negara berkembang dan maju sejatinya peduli akan kesehatan lingkungan,” paparnya.

BACA :  Pemkab Lamsel Berdayakan UMKM Produksi 150 Ribu Masker Kain

Sementara Sekretaris Kecamatan Sidomulyo Syamsudin yang turut hadir pada lokakarya mini mendukung sepenuhnya upaya PRI Sidomulyo untuk mengentaskan Babs dan mencapai ODF. Syamsudin berharap pemerintah desa mulai saat ini memprioritaskan masalah kesehatan.

“Melihat jangka panjang, dan bahaya yang mengancam kesehatan sudah sepatutnya tiap desa mengentaskan Babs dan mencapai ODF, tentunya sejalan dengan target Pemkab Lamsel untuk terbebas dari masalah sanitasi,” imbuhnya. (ver)