Program Dem Area Hasilkan Padi Organik Berkualitas

436

Petani Sayangkan Harga Yang Tidak Bersahabat

PENENGAHAN – Petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT) Kecamatan Penengahan bersama sejumlah kelompok tani (poktan) di Desa Ruangtengah menggelar kegiatan ngubin bersama di lahan sawah garapan poktan tersebut.

Selain ngubin, kelompok tani juga mengambil hasilnya untuk dijadikan sampel agar ditanam kembali. POPT dan poktan juga melakukan penghitungan jumlah hasil per hektar. Hasilnya pun terbilang cukup bagus, per 1 hektar hasil yang diperoleh mencapai  9,76 ton.

“Itu hitungan kotornya. Kalau hitungan bersih per hektarnya 7,89 ton,” kata petugas POPT Kecamatan Penengahan Syafruddin kepada Radar Lamsel, Senin (22/10/2018).

Menurut Syafruddin, hasil ubinan tersebut telah menunjukkan bahwa perhitungan yang telah diprediksi ketika tidak meleset jauh dari perkiraan.

“Sedikit meleset dari perkiraan, tapi tidak besar. Mungkin hanya nol sekian persen ya, berarti kalau hanya nol koma hasilnya tidak jauh dari yang sudah diperkirakan,” ucapnya.

Dari hasil tersebut, Syafruddin mengatakan bahwa program dem area budidaya tanaman sehat padi atau padi organik mampu menghasilkan padi dengan kualitas yang baik. Pasalnya, sebelum kegiatan dem area diterapkan, hasil ubinan menunjukkan panen kotor 7,84 ton per hektar. Dengan hasil bersih mencapi 6,27 ton.

BACA :  Pemkab Cairkan Bantuan Untuk 2 Korban Kebakaran

“Artinya, telah terjadi peningkatan 1,62 ton dari hasil sebelumnya. Dari segi biaya operasional, petani juga lebih diuntungkan karena tanaman padi organik tak menggunakan banyak pupuk seperti tanaman padi biasanya,” katanya.

Hasil panen yang bagus terbantu dengan PH atau keasaman tanah yang netral. Syafruddin menjelaskan, dengan PH netral, tanah bisa bekerja secara maksimal karena bisa mengurai pupuk yang mengendap.

Sutrisno, anggota poktan Puakhi Jaya II mengatakan bahwa dirinya mengakup puas dengan hasil ubinan. Sebab, hasil yang diprediksi tak meleset jauh dari perkiraan.

“Jika dilihat dari hasil di lapangan sangat bagus. Ini yang kami harapkan dari program budidaya dem area padi sehat,” katanya.

Dia melanjutkan, hasil produksi padi dem area juga memiliki kualitas yang baik. Jika dibandingkan dengan penggunaan pupuk tanaman padi biasa, jumlahnya sangat berbanding terbalik.

BACA :  PRI Penengahan Tangani Gizi Buruk Yang Muncul Lagi

“Pengurangan kimia 90 persen dari budidaya yang biasa. Kalauh dilihat dari persentasenya, secara tak langsung mengurangi biaya operasional juga kan,” katanya.

Meski mencapai hasil yang bagus, masih ada hal yang membuat petani padi organik tak senang karena masalah harga. Menurut dia, kualitas padi organik tak perlu diragukan lagi karena tak mengandung banyak unsur kimia.

“Tetapi nyatanya, harga padi organik dan non organik sama saja. Inilah yang menjadi masalah, kami ingin hal semacam ini ada solusi, misalnya pemerintah memberi wadah bagi kami untuk menjual hasil dari jerih payah kami,” katanya.

Mengenai persoalan itu, Syafruddin tak menampiknya. Menurut Syafruddin, masalah harga memang menjadi persoalan yang mengakar bagi petani padi organik dalam memasarkan hasil produksinya.

“Harapan petani, kedepannya agar pemerintah ikut andil dalam membantu memasarkan produk mereka. Kenapa, karena padi organik adalah program dari pemerintah. Jika pemerintah tidak membantu, maka program yang sudah dijalankan ini akan sisa-sia,” katanya. (rnd)

BAGIKAN