Program Swasembada WC ala Puskesmas Karanganyar

642
Dimas - Kepala UPT Puskesmas Karanganyar Sudibyo, S.K.M.

JATIAGUNG – UPT Puskesmas Karanganyar tengah serius dalam menangani masalah Swasembada WC di Kecamatan Jatiagung untuk Kecamatan Jatiagung dapat mencapai wilayah yang Open Defecation Free (ODF) pada tahun 2017.

Kepala UPT Puskesmas Karanganyar Sudibyo, S.K.M mengatakan, bahwa di Kabupaten Lampung Selatan saat ini ada program Bupati Lampung Selatan DR. H. Zainudin Hasan, M.Hum tentang Swasembada WC. Karena Bupati Lamsel saat ini sangat intens mengurangi masalah kesehatan sampai ke pelosok-pelosok desa.

“Kenapa WC? Karena banyak sekali penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan itu muncul seperti diare, typus, demam berdarah dan sebagainya dan penyakit yang berbasis lingkungan ini akibatnya sangat fatal bahkan bisa mengakibatkan kematian,” katanya kepada Radar Lamsel saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (4/1).

BACA :  DD Tahap 3, Desa Jatimulyo Bangun 458 Meter Jalan

Kemudian, Camat Jatiagung Ariswandi, SH. MH menegaskan bahwa pada tahun 2017 Kecamatan Jatiagung siap untuk mensukseskan Swasembada WC dalam artian seluruh desa di Kecamatan Jatiagung tidak ada lagi rumah yang tidak mempunyai WC atau ODF. “Nah, untuk mencapai itu setiap desa harus ada data yang kongkrit dengan memetakan rumah-rumah di masing-masing RT dan menandakan rumah yang belum memiliki WC sehingga sasarannya itu jelas,” jelas dia.

Dalam menangani masalah kesehatan ini pengertian WC-nya bukan berarti harus mewah. Intinya WC menurut pengertiannya adalah bagaimana membuang dan menyimpan kotoran itu untuk tidak mencemari air tanah dan lingkungan sehingganya tidak menimbulkan penyakit.

BACA :  Rutin Bayar Pajak di Tanah Polemik

“Jadi tidak perlu mewah tetapi yang penting cara membuat WC-nya benar dan resapannya benar. Secara teknis kita akan hadir ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi yang lebih mendetail lagi,” terang Sudibyo.

Selanjutnya, pemerintah desa juga harus merubah mindset masyarakat khususnya masyarakat yang belum memiliki WC agar bagaimana WC itu dapat menjadi kebutuhannya sehingga tanpa dibantu pun masyarakat ingin untuk mempunyai WC.

“Kemudian melalui dana desa masyarakat bisa difasilitasi untuk pembangunan WC tetapi selanjutnya masyarakat harus membayarnya dengan cara mencicil. Dengan cara seperti itu saya yakin pada tahun ini Kecamatan Jatiagung mampu untuk ODF,” tegasnya. (dms)

BAGIKAN