PROGRAM UNGGULAN DINAS PENDIDIKAN LAMPUNG SELATAN TP 2018-2019

487

Oleh SYAIFULLOH, M.Pd (Kabid Dikdas Dinas Pendidikan)

DINAS Pendidikan Lampung Selatan terus melakukan perubahan-perubahan didalam melayani pendidikan, guna melahirkan generasi yang cerdas dan berahlakul karimah. Program dibuat untuk mewujudkan visi misi Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan dan juga dilatarbelakangi atas keprihatinan beliau (Zainudin, red) dengan melihat kecenderungan banyak terjadinya kenakalan remaja akhir-akhir ini, akhlak yang rendah, banyak siswa yang tidak bisa baca tulis Al Qur’an dan sebagainya.

Sebagai wujud nyata untuk menanggulangi permasalahan tersebut, Dinas Pendidikan telah melakukan langkah-langkah, mulai dari rekrutmen kepala sekolah yang terbuka, pembinaan, evaluasi terus menerus dan penilaian  kinerjanya. Komitmen memajukan pendidikan juga diseriusi dengan peluncuran program gerakan ahlakul karimah dan pendidikan karakter di TP 2018 – 2019 , tidak kepalang tanggung untuk menyukseskan program tersebut akan mencoba menerapkan  5 hari sekolah secara bertahap( untuk tahap awal hanya dua sekolah SD dan SMP setiap kecamatan untuk uji coba), guna memaksimalkan penguatan pendidikan karakter.

Tidak lama lagi kita akan melihat, lulusan pelajar Lampung Selatan tidak hanya pintar, rajin membaca namun juga berahlakul karimah, memiliki kepekaan dan bagi yang muslim akan lahir para hafiz quran yang dapat menjaga sholat jamaahnya. Tentu ini kabar gembira bagi warga  Lampung Selatan, karena pemerintah daerah  yang punya komitmen terhadap persoalan akhlak  generasi muda.

Dinas Pendidikan Lampung Selatan telah membentuk tim Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kabupaten. Telah melakukan penggalian nilai nilai dan telah menetapkan kompetensi lulusan dan menetapkan syarat wajib  lulus, bagi siswa muslim SMP minimal harus hafal alquran juz 30 ( 37 surat ).  Bagi siswa  muslim SD dinyatakan lulus SD minimal hafal al quran  15 surat dari juz 30. Selain itu  pembiasaan 5 S ( salam, senyum, sapa, sopan, santun ), sholat berjamaah guru dan siswa  menjadi menu wajib minimal seluruh sekolah di Lampung Selatan. Program-program tersebut telah disusun dalam sebuah buku pedoman untuk menjadi acuan sekolah dalam melaksanakan pendidikan karakter.

Tabel: Target program gerakan ahlakul karimah dan pendidikan karakter Lampung Selatan

No Nilai Program kegiatan Target 1
1 Religius Bagi muslim;

1.Tahfiz quran

 

 

 

 

 

2. Sholat Berjamaah

 

 

Bagi non muslim, program ditentukan oleh pembina guru masing-masing

 

Siswa SMP lampung selatan, dinyatakan lulus minimal hafal al quran juz 30 ( 37 surat )

Siswa SD dinyatakan lulus minimal hafal al quran 15 surat  dari juz 30.

 

Minimal sholat zuhur berjamah semua warga sekolah

 

Minimal mengamalkan ajaran agama pokok, serta moral dan etika agama masing masing

2 Literasi Jam wajib membaca bagi warga sekolah Target seluruh sekolah, minimal wajib membaca buku atau menghafal al quran pada pukul 10 selama 10 menit setiap hari ( waktu disesuaikan ).
3 Peduli Salam, senyum, sapa, sopan, santun ( 5 s ) Target seluruh sekolah, minimal melakukan penyambutan siswa di pintu gerang sebelum jam pelajaran dimulai dan melepas siswa dengan doa.

 

Program ini adalah sebagai benteng dan pondasi moral terhadap pengaruh buruk  budaya asing: free sex, narkoba, miras, tawuran, konsumerisme, corat coret baju ketika lulus, jauh dari agama, jauh dari etika dan tata krama dan lain-lain, yang sudah dalam tahap mengkawatirkan. Jika pondasi generasi muda kokoh, insya allah prestasi dari berbagai  bidang akan bermunculan termasuk karya ilmiah, olimpiade dll.

Strategi  implementasi program ini, adalah melibatkan semua warga sekolah, membangun komitmen dan kesadaran terus menerus, sekolah wajib membentuk tim PPK. Mencantumkan program ini dalam KTSP atau kurikulum tahun 2013, tercermin dalam RPP, jadwal dan tata tertib sekolah. Tim PPK Kabupaten akan terus melakukan pembinaan, monitoring, evaluasi dan penilaian, untuk mengawal program ini berjalan dengan baik. Program ini kami yakin dapat berjalan lancar, karena program ini intinya adalah memaksimal fungsi dan peran dari kepala sekolah, guru pembina, guru mata pelajaran, wali kelas, guru piket dll, sebenarnya bukan sesuatu yang baru,sekolah tertentu sudah melakukan.

Maka dari itu dukungan semua pihak sangat diperlukan, mulai dari kepala sekolah, komite, guru, pengawas, dewan pendidikan, dan stakeholder terkait, untuk lahirnya generasi yang berkarakter dan berahlak mulia. Sosialisasi program sudah dilakukan dengan pihak yang berkepentingan sebagai pelaksana kunci, diantaranya; kepala sekolah, pendidik,  MKKS, pengawas, K3S, dan akademisi. Sosialisasi program dan pembinaan terus dilakukan, dalam waktu dekat akan mengadakan workshop, FGD atau seminar  bagi kepala sekolah, guru agama, guru PPKn. Sehingga diharapkan tidak mengalami kendala dalam pelaksanaannya nanti. (*)

 

 

BAGIKAN