Puluhan Siswa SMKN 1 Gedongtataan Diduga Keracunan Makanan

106
Foto Ist - Para siswa SMKN 1 Gedongtataan yang diduga keracunan makanan mendapat perawatan di Klinik Ridho Husada.
GEDONGTATAAN – Puluhan siswa SMK N 1 Gedongtataan, terpaksa harus dilarikan ke Klinik Ridho Husada pada Kamis (7/2). Pasalnya puluhan siswa tersebut diduga mengalami keracunan usai mengkonsumsi nasi katering pada saat mengikuti kegiatan sosialisas KPU di SMK setempat pada Rabu (6/2).
 
Restu Pajar Nugraha, salah satu siswa yang tengah diberikan pengobatan di klinik Ridho Husada pada Kamis (7/2) mengatakan kegiatan sosialisasi KPU dilaksanakan dari jam 9:00  hingga jam 12:00 wib pada Rabu. Namun selang sejam kemudian dirinya merasa mual dan mules.
 
“Satu jam setelah makan kok terasa mual. Nah setelah acara kami pulang dari sekolah. Dan semalam terasa pusing dan muntah, dan keluhan teman teman yang lain juga sama,” ungkap Restu  pada Kamis (07/02).
 
Dikatakan, dalam  nasi kotak katering tersebut terdapat kerupuk, ayam sayur dan capcay. Namun dari sejumlah jenis makanan tersebut, memang dirinya merasa ayam sayur tersebut dirasakan sudah tidak enak lagi.
 
“Memang dari beberapa makanan di nasi kotak tersebut, sayur ayamnya terasa agak basi. Mungkin itu yang membuat mual dan pusing,” ucapnya.
 
Sementara, Koordinator Divisi Parmas, Kampanye dan SDM Linawati, mengatakan bahwa dari 85 peserta tersebut sebanyak 30 siswa yang mengalami keracunan yang diduga berasal dari nasi kotak yang disiapkan pihak panitia. Dimana kegiatan sosialisasi itu merupakan program rutin KPU Goes to School dalam rangka pemilihan umum untuk pemilih pemula. Dan dari 115 kotak catering yang disiapkan panitia, dibagikan kepada 18  kotak untuk panitia dan sisanya untuk peserta dan deean guru.
 
“Termasuk saya salah satu yang makan nasi kotak sampai habis. Memang cita rasanya kurang enak dan ada keluhan bagian pencernaan saya terganggu. Kita memesan nasi kotak catering dengan menu sayur ayam, agar menu  varian berbeda karena kalau yang sebelumnya makan nasi padang. Makanya kita pesan catering dengan ibu Ade selaku pengusaha catering,” ucapnya.
 
Dari sekitar 85 peserta, terdapat 30 peserta yang mengalami keracunan. Dimana  28 peserta dirawat jalan, satu siswi dirujuk di RSbBintang Amin dan satu siswa di rujuk ke RS Surya Asih Pringsewu.
 
“Kita sudah besuk ke sana. Ini merupakan musibah, tidak ada niatan mecederai peserta, bahkan kami juga turut mengalami hal serupa,” ujarnya.
 
Selain itu, lanjutnya, pemilih catering  sudah meminta maaf atas kesalahan teknis dalam pengemasan nasi kotak. Dimana seharusmya makanan  yang masih dalam keadan panas tidak boleh langsung dibungkus. Sedangkan dari pihak catering langsung membungkus sayur ayam tersebut ke dalam plastik.
 
“Pihak katering sudah beritikad baik dengan memberikan kompensasi berupa biaya pengobatan yang diserahkan ke pihak sekolah. Termasuk bantuan dari KPU yang diserahkan ke pihak sekolah,” ujarnya.
 
Terpisah, pemilik catering yang sudah 6 tahun ini, Ade mengatakan bahwa ayam itu di beli dari pasar. Dan pada Rabu subuh ia bersama suaminya sudah mulai memasak pesanan catering tersebut. Tetapi kondisi sayur ayam masih dalam keadaan panas langsung dibungkus. 
 
“Saya atas nama pribadi memohon maaf kepada pihak sekolah dan siswa siswa SMKN. Tidak ada niatan untuk mencederai para peserta,” singkatnya.
 
Sementara, Tim Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran segera melakukan investigasi terkait puluhan siswa SMKN 1 Gedongtataan yang mengalami keracunan.
 
“Kita akan investigasi untuk memastikan apa penyebab keracunan yang dialami siswa SMKN ini.  Karena dalam nasi kotak itu ada nasi, sambel, ayam sayur dan lainnya. Dari hasil wawancara dengan beberapa guru dan siswa kemungkinan awal keracunan disebabkan oleh sayur ayam,” ungkap Abdul Rozak mewakili Kepala Dinas Kesehatan Harun Tri Djoko.
 
Sayangnya, lanjut Rozak,  pihaknya tidak dapat menentukan secara pasti penyebab keracunan makanan ini bersumber dari makanan apa. Pasalnya sudah tidak ada lagi nasi kotak yang dapat dijadikan sampel.
 
“Paling tidak menjadi pelajaran, kalau ada kasus serupa segera simpan sampel di kulkas agar tidak terkontaminasi bakteri lain. Berdasarkan dari diagnosa awal seperti mual setelah satu jam makan biasanya disebabkan oleh toksin bakteri,” tandasnya. (Red)
BACA :  Millennial Road Safety Festival Tampilkan Produk Kerajinan Pesawaran
BAGIKAN