Puskesmas Hajimena KLB, Branti Endemis

203
Ilustrasi DBD

Sejak Januari, Penderita DBD Capai 201 Orang

NATAR – Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Natar hingga Rabu (20/2) kemarin sudah mencapai 201 orang. Jumlah tersebut didapat dari data pasien di empat Puskesmas yang ada di Kecamatan Natar.        

Rinciannya, Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sukadamai mencatat ada 8 pasien, Puskesmas Natar 76 pasien, Puskesmas Branti Raya 86 pasien dan Puskesmas Hajimena 33 pasien.

Jumlah itu belum ditambah dengan pasien rawat inap di PRI Tanjung Sari yang datanya sulit ditentukan mengingat pasien yang dirawat merupakan rujukan dari tiga Puskesmas di Kecamatan Natar. “Kalau PRI Tanjung Sari kebanyakan yang dirawat itu dari Branti Raya dan Natar. Kalau yang dibawah wilayah kerja kami tidak sampai 10 orang,” kata Kepala PRI Tanjung Sari Bahren Nortojulu kepada Radar Lamsel, Rabu (20/2).

Sementara Kepala Puskesmas Hajimena Riswan mengatakan, lonjakan pasien DBD terjadi tahun ini khusus diwilayah kerja Puskesmas Hajimena. “Biasanya ada siklus empat tahunan, nah tahun ini belum empat tahun tapi sudah ada lonjakan pasien DBD. Tahun lalu hanya belasan sekarang jadi 33 pasien,” tuturnya.

BACA :  Permintaan Masyarakat, Desa Mandah Bangun Jalan Hotmix

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi DBD bahkan hingga saat ini. “Pemberantasan sarang nyamuk kita lakukan, penyuluhan bahkan fogging telah dilakukan. Tetapi ternyata sebaran DBD itu tetap melonjak,” katanya.

Riswan menjelaskan, saat ini status diwilayah kerjanya dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB) DBD. “Iya karena lonjakan itu jadi dinyatakan KLB,” ucapnya.

Senada dengan itu, Puskesmas Branti Raya yang endemis DBD mengaku telah melakukan semua upaya untuk menghindari DBD. “Sudah banyak upaya yang kami lakukan, tetapi karena daerah endemis jadi potensi terserang DBD besar,” ungkap Kepala Puskesmas Branti Raya, dr Putra Kurniawan. 

BACA :  Timbunan Pipa PDAM Amblas, Pengendara Terjerembab

Dia menjelaskan, menjaga lingkungan dan berperilaku hidup sehat untuk mencegah DBD dimulai dari tempat tinggal sendiri juga sangat penting. Pemberantasan sarang nyamuk dilakukan dengan cara 3M plus. “Menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, serta menimbun barang yang tidak terpakai,” kata dia. 

Fogging di daerah endemik penyebaran nyamuk pembawa penyakit DBD itu tidak memutus mata rantai karena jentik nyamuk tidak terbunuh. “Hasil monitoring di masyarakat, masih banyak ditemukan jentik nyamuk dalam penampungan air,”  ucapnya.

Menyikapi itu semua, Camat Natar Koharudin meminta agar para Kepala Puskesmas terus maksimal dalam menangani wabah DBD baik yang belum endemis maupun yang endemis. “Saya harap puskesmas bisa turun ke dusun-dusun, tolong ya diperhatikan betul soal DBD ini,” ucapnya dihadapan kepala Puskesmas se Kecamatan Natar. (kms)

BAGIKAN