Puskeswan Semprot Desinfektan di Kandang Unggas

184
David Zulkarnain – Pertugas kesehatan hewan UPT Puskeswan Kecamatan Palas – Sragi sedang melakukan penyemprotan desinfektan di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kamis (28/3).

SRAGI – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Palas – Sragi menyatakan matinya ratusan hewan ternak unggas milik warga di Desa Sukapura bukan disebabkan virus flu burung.

Pihak Puskeswan setempat berdalih, matinya unggas-unggas warga tersebut disebabkan meningkatkan pupulasi nyamuk dan menggerogoti hewan ternak.

Sebagai langkah pencegahan agar kematian unggas tidak meluas, Puskeswan Kecamatan Palas – Sragi melakukan penyemprotan desinfektan di Desa Sukapura, Kecamatan Sragi, Kamis (28/3).

          Kasi Tata Usaha UPT Puskeswan Kecamatan Palas – Sragi Wartono mengatakan, penyemprotan kandang ternak unggas masyarakat secara menyeluruh ini sebgai upaya untuk mencegah meluasnya wabah di Desa Sukapura. “Penyemprotan kandang ternak unggas ini, untuk mencegah meluasnya wabah unggas mati mendadak ini,” kata Wartono kepada Radar Lamsel.

          Berdasarkan hasil indentifikasi, Wartono menerangkan, penyabab kematian ratusan unggas masyarakat dalam dua pekan terahir dipastikan bukan dikarenakan virus flu burung.

BACA :  Masa Empat Kades di Sragi Segera Habis

          Menurutnya wabah tersebut disebabkan karena meningkatnya polulasi nyamuk yang menyerang ternak unggas masyarakat setempat.

          “Penyebabnya bukan karena flu burung, melainkan disebabkan  meningkatnya populasi nyamuk yang menyerang ternak masyarakat. Jika flu burung pasti sudah menyebar ke dengan cepat, tetapi wabah ini  hanya terajadi di desa yang ada disepanjang Sungai Way Pisang, dan ini terjadi hampir setiap tahun,” paparnya.

BACA :  Motor Anggota DPRD pun Digasak Maling!

          Meski demikan, Wartono tetap mengimbau masyarakat untuk tidak membuang bangkai unggas yang mati sembarangan di lingkungan desa atau di sungai.

          “Agar tidak mencemari lingkungan, kami harapakan masyarakat tidak membuang bangkai unggas di sepanjang sungai,” harapnya.

Sementara itu Kepala Desa Sukapura, Eko Casroni dengan adanya penyemprotan desinfektan tersebut diharapkan dapat mencegah wabah menyebabkan unggas mati mendadak tersebut.

“Selain dilakukan peyemprotan UPT Pusekewan juga membagikan desinfektan kepada warga yang memiliki ternak ayam dan bebek. Harapan kami setelah disemprot ini tidak ada lagi unggas warga yang mati,”  harapnya. (vid)

BAGIKAN