Rajabasa dan Penengahan Masih Aman Malaria

333

RAJABASA – Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Rawat Inap (UPT PRI) Rajabasa mengklaim kasus malaria diwilayah setempat masih terbilang aman. Bulan ini, petugas sudah melakukan pemeriksaan terhadap 11 kasus. Namun hanya ada 1 kasus yang dinyatakan positif malaria.

Kepala UPT PRI Rajabasa Khilmiah, S.Km mengatakan, penemuan 1 kasus malaria tersebut menyatakan bahwa wilayah setempat masih aman dari serangan penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium itu.

Bahkan, penemuan 1 kasus malaria tersebut telah ditangani oleh UPT PRI Rajabasa. Hasilnya, yang menderita penyakit berbahaya ini telah dinyatakan sembuh total.

BACA :  Perbaikan Ruas Kalianda – Kunjir – Gayam Tunggu Kontrak

“Langsung diobati, kita beri penanganan intensif ya. Karena kalau dibiarkan penyakt ini bisa sangat berbahaya, alhamdulillah sekarang sudah sembuh,” katanya kepada Radar Lamsel, Senin (23/7) kemarin.

Sementara itu, UPT PRI Penengahan memastikan wilayah setempat masih aman dari serangan penyakit malaria. Kepala UPT PRI Penengahan Syaiful Anwar, S.Km mengatakan, meski masih aman dari serangan penyakit berbahaya itu, pihaknya tetap melakukan upaya-upaya penindakan dan pengamatan.

BACA :  Sebut Modal BUMDes Jelas, Tapi Enggan Beberkan Data

“Ini diperlukan untuk memantau jika terjadinya kasus, jadi kalau ada langsung diberikan penanganan oleh petugas dan diberi pengobatan secara intensif,” katanya.

Mantan kepala UPT PRI Sidomulyo ini melanjutkan, penindakan yang dilakukan dianggap perlu dilakukan sebagai bentuk antisipasi timbulnya serangan secara tiba-tiba yang menimbulkan kasus malaria.

“Bebasnya wilayah Penengahan dari malaria berkat kesadaran masyarakatnya, mereka sudah mulai paham bagaimana menghindari penyakit ini. Salah satunya dengan melakukan pembersihan tempat-tempat penampungan air,” katanya. (rnd)

BAGIKAN