Reorganisasi PAC dan Ranting PDIP Palas

1177

KALIANDA – Perdebatan mengenai pengurus anak cabang (PAC) bodong di Kabupaten Lampung Selatan dipastikan selesai. Sebab, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi DPD PDIP Lampung Bambang Suryadi memastikan pengurus PAC yang hadir dalam kegiatan rapat kerja cabang khusus (Rakercabsus) DPC PDIP Lampung Selatan beberapa waktu lalu merupakan PAC-PAC yang legalitasnya sah.
Kepastian ini dikatakan Bambang Suryadi merupakan ketetapan DPP PDIP dalam kegiatan klarifikasi Hipni di DPP PDIP pada Kamis (15/10) di Jakarta.
“Saya membawa kabar. Bahwa tidak ada perdebatan lagi soal PAC. Yang hadir pada agenda rakercabsus adalah PAC yang sah,” kata Bambang Suryadi disambut riuh tepuk tangan kader-kader PDIP dalam rapat di DPC PDIP Lamsel, kemarin.
Bagaimana yang tidak hadir? Bambang meminta agar ada reorganisasi dilakukan DPC PDIP secepatkan. Reorganisasi dilakukan untuk memaksimalkan kinerja dan mesin partai di Kecamatan Palas. “Ya, harus diganti. Harus secepatnya karena pilkada sudah sebentar lagi,” ungkap Bambang.
Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung itu meminta agar seluruh kader PDIP di Lamsel all-out untuk memenangkan pasangan calon yang direkomendasikan DPP PDIP yakni H. Zainudin Hasan – Nanang Ermanto (ZaiN) pada pilkada Lamsel.
“Jadi, sudah tidak ada perdebatan lagi. PAC sudah clear. Rekomendasi juga jelas. Jangan didiskusikan dan diperdebatkan. Tetapi dijalankan, diamankan dan dimenangkan,” ungkap Bambang.
Senada dikatakan Ketua DPC PDIP Lamsel H. Hendry Rosyadi, S.H.,M.H. Menurut Hendry, pilkada Lamsel menjadi perhatian khusus DPP PDIP termasuk menjadi perhatian Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarno Putri.
Menurut Hendry, kemenangan ZaiN pada pilkada Lamsel menjadi harga diri partai yang tidak bisa ditawar dengan apapun. “Yang direkomendasikan ini adalah kader internal kita. Jadi wajib hukumnya untuk all out,” tegas Hendry.
Sekretaris DPC PDIP Lamsel Nanang Ermanto yang juga calon Wakil Bupati Lamsel mendampingi calon Bupati H. Zainudin Hasan berharap kader untuk berjibaku merebut suara rakyat. Dirinya mengakui bukan siapa-siapa dan tidak akan menjadi apa-apa jika tidak didukung PDIP sebagai partai yang telah membesarkan dirinya. “Bukan saya yang membesarkan partai. Tapi saya yang dibesarkan partai,” ungkap Nanang. (edw)

BACA :  Regulasi Lambat BLT DD Ngadat