RMU di Palas Boros Bahan Bakar

1087
Shofyan Apriyansyah – Mesin penggilingan padi hasil bantuan Pemerintah Pusat tahun 2015, di Desa Bandan Hurip Kecamatan Palas diuji cobakan, Rabu (10/2). Mesin itu membutuhkan solar 45 liter untuk menggiling padi 40 ton.

PALAS – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sejahtera di Desa Bandanhurip Kecamatan Palas sepertinya bakal keteteran. Penyebabnya bantuan mesin penggilingan padi atau rice milling unit (RMU) yang merupakan bantuan pemerintah sangat boros bahan bakar.
Hal ini diketahui setelah Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Lamsel melakukan peninjauan dan uji coba peralatan pertanian itu kemarin.
Ketua Gapoktan Sejahtera Desa Bandanhurip Kecamatan Palas Karyadi mengatakan untuk mengoperasionalkan mesin penggiling itu petani harus menyiapkan solar sebanyak 45 liter. Jumlah solar itu mampu menggiling sebanyak 4 ton padi.
“Harga eceran solar Rp 8 Ribu. Maka biaya yang dikeluarkan untuk menggiling 4 ton padi sebesar Rp 360 ribu. Belum termasuk biaya operasional lainnya,” kata Karyadi.
Karyadi khawatir penggunaan mesin penggiling itu membebankan para petani. Sebab, menurut dia, potensi lahan pertanian yang ada diwilayah setempat cukup luas. Yakni mencapai 628 hektar yang dimiliki oleh 20 kelompok tani.
“Kami berharap ada solusi atas borosnya bahan bakar ini. Jangan sampai petani lagi yang dibebankan dengan biaya bahan bakar yang mahal,” ungkap Karyadi.
Kabid Pengolahan dan Pemasaran DPTPH Lamsel Puji Astuti mengatakan akan menampung dan mengakomodir keluhan Gapoktan dalam menggunakan mesin penggiling tersebut.
“Kami hanya meninjau. Kami mau tahu sejauhmana bantuan ini berjalan dilapangan. Jika memang ada kekurangan akan diperbaiki guna maksimalnya oprasional mesin tersebut,” kata Puji yang meninjau uji coba penggunaan RMU, kemarin. (CW2).

BACA :  Kuota BPNT Lamsel Berkurang 2.123
BAGIKAN