RTB Bantu Tekan Angka Kematian Ibu dan Anak

575
ILUSTRASI

SIDOMULYO – Pengadaan Rumah Tunggu Bersalin (RTB) menjadi salah satu fasilitas pendukung untuk menekan angka kematian ibu dan anak saat melahirkan.
Program pegadaan RTB yang di gulirkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ini diharapkan dapat diimplementasikan di Kabupaten Lampung Selatan.
“Jika RTB ini dapat terealisasi akan sangat membantu. Karena selama ini kebanyakan ibu hamil datang ke bidan jika susah melahirkan. Jika ada RTB ini akan dapat ditangangi dengan baik,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Sidomulyo Saiful Anwar kepada Radar Lamsel, kemarin.
Dengan dukungan RTB, kata Saiful, tingkat kematian yang terjadi pada ibu dan bayi juga dapat ditekan. “Fasilitas juga menunjang untuk menekan angka ini,” ungkap dia.
Lebih lanjut Saiful mengatakan, program Kemenkes ini terus diupayakan pihak Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo agar cepat direalisasikan..
“Jika sudah terealisasi akan ada bidan desa yang 24 jam berjaga di Rumah Tunggu Bersalin, dan akan lebih baik jika para ibu hamil menjalani proses kelahiran dirumah tunggu bersalin itu,” ujar Saiful.
Saiful menjelaskan bahwa, masalah yang sering terjadi pada ibu hamil biasanya ketika sudah ingin melahirkan mereka tidak cepat membawa ke bidan ataupun puskesmas. Kemudian jika susah melahirkan para ibu hamil baru membawa ke bidan dan Puskesmas. “Jika susah melahirkan, kebanyakan baru dibawa ke puskesmas. Penanganan seperti ini yang seharusnya dihindarkan,” pungkasnya.
Saiful berharap program ini agar bisa direalisasikan dalam upaya bersama membangun desa. “Sesuai program kita dibidang kesehatan yang juga turut meningkatkan kesehatan masyarakat,” imbuhnya. (Cw3)

BACA :  DPMD: Setiap Pembangunan Harus Ada Papan Informasi
BAGIKAN