Sarana Pertanian Lamsel Dievaluasi Pusat

112
David Zulkarnain – Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pangan (P2HP), Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi saat melakukan pemantauan lahan percepatan tanam di Desa Baliagung, Kecamatan Palas, Sabtu (13/7).

PALAS – Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Lampung Selatan terus mendapat perhatian dari pemerintah pusat untuk mengoptimalkan lahan  tanam padi.

          Itu diungkapkan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Tanaman Pangan (P2HTP), Direktorat Jendral Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Mohammad Takdir Mulyadi saat melakukan pemantaun percepatan tanam di Desa Baliagung, Sabtu (13/7).

          Dalam kesempatan tersebut, Mohammad menerangkan, kunjungngan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung percepatan tanam di wilayah Lampung Selatan untuk mengoptimalkan penanaman lahan melalui upaya khusus (Upsus) tanaman pangan.

          “Kunjungan uni untuk mendukung pengoptimalan penanaman lahan melalui upsus tanaman pangan melalui penyediaan sarana dan prasarana pertanian,” kata Mohammad kepada Radar Lamsel, saat melakukan pematauan lahan padi di Desa Baliagung.

BACA :  Lima Tahun Dikeluhkan, Pematangbaru Tingkatkan Badan Jalan

          Mohammad menerangkan, pengoptimalan lahan tanam ini tentunya harus didukung melalui upaya khusus penyediaan sarana dan prasarana terutama alat pengolahan lahan sebagai upaya percepatan tanam.

          “Dari hasil pemantauan yang kita lakukan, upaya percepatan tanam ini masih terkendala dengan sarana pengolah lahan, terutama rotari, hingga alat pemanen. Ini akan kita evaluasi lagi jumlahnya di Lampung Selatan, jika masih kurang akan kita lakukan penambahan alat,” paparnya.

          Disisi lain lanjutnya, di musim tanam gadu saat ini tentunya petani juga harus memperhatikan jenis varietas padi yang lebih memiliki ketahanan dari serangan hama dan penyakit.

          “Kalau bisa varietas diganti dengan yang baru seperti Inbrida Invari 32 yang lebih memiliki ketehanan serangan hama wereng. Namun jika petani sudah terbiasa dengan jenis varietas Minkonga dan Ciherang budidayanya harus diintensifkan dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (PPOPT)” sambungnya.

BACA :  Puskesmas Berikan Pelayanan Vaksin MR

          Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampung Selatan (DTPHP), Mugiono menerangkan, dalam membantu pengoptimalan lahan ini  pihaknya juga akan segera melakukan evaluasi jumlah sarana pertanian di wilayah Lampung Selatan.

          “Tentunya akan segera kita lakukan evaluasi jumlah alat pengolah lahan yang ada di brigade pertanian di Lampung Selatan. Jika masih kurang akan kita usulkan penambahan alat ke pusat. Sementara dalam musim gadu ini kami menargetkan 45 ribu hektar lahan bisa ditanami,” ujarnya. (vid)

BAGIKAN