Sarankan Pakai Alat KB Jangka Panjang

105
Rifky – Tim BKKBN Lamsel saat memberikan pembinaan kepada penyuluh dan Pokja KB Desa Sukanegara, Kamis (29/8).

TANJUNG BINTANG – Sebagai salah satu kampung Keluarga Berencana (KB), Kelompok Kerja (Pokja) KB Desa Sukanegara mendapat pembinaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kabupaten Lampung Selatan.

Kabid BKKBN Lampung Selatan, Sofi mengatakan pihak BKKBN menyarankan penggunan alat KB yang bersifat jangka panjang. “Secara ekonomi juga lebih hemat seperti implan dan ayudi misalnya, itu dalam jangka tiga tahun,” papar dia saat ditemui Radar Lamsel di balai Desa Sukanegara, Kamis (29/8).

Dia mengatakan jika kampung KB sendiri dibentuk sejak tahun 2016, dan sampai saat ini kampung KB di Lamsel berjumlah 28. “Mulai dari desa Tanjungjaya kecamatan Palas tahun 2016, tahun 2017 kita tetapkan lagi 17 kampung KB disemua kecamatan ada, dan tahun 2018 kami tetapkan lagi 10 kampung KB, salahsatunya desa Sukanegara ini,” pungkas dia.

BACA :  Akses Dua Desa Terendam Banjir

Masih kata Sofi, jika program KB bukanlah membatasi jumlah keturunan, tetapi mengatur jangka kelahiran. “Lebih dari dua anak tidak masalah, tetapi jarak kelahirannya harus diperhatikan, jarak kelahiran yang tidak teratur akan mengganggu kesehatan reproduksi sang ibu,” tutur dia.

BACA :  Akses Dua Desa Terendam Banjir

Pada saat yang sama, Petugas Lapangan KB (PLKB) Desa Sukanegara Eli Suprapto mengatakan bahwa mayoritas wanita desa itu mengikuti program KB. “Sebagian besar warga masih menggunakan sistem suntik, tetapi jangka KB suntik itu hanya tiga bulan. Kami dianjurkan untuk menggunakan implan dan ayudi yang jangkanya tahunan,” ujar dia.

Sementara itu, Kades Sukanegara Heri Tamtomo berharap dengan adanya program KB ini, perekonomian di desa itu bisa semakin teratur dan meningkat. “Jika keturunan tidak teratur, biaya hidup dan kebutuhan juga akan semakin meningkat,” harap dia. (CW1)