Satu Kader Kecelakaan, PDIP Dinyatakan Lengkap

457

KALIANDA – Musibah kecelakaan lalulintas yang dialami kader PDI Perjuangan tak menjadi hambatan partai besutan Megawati Soekarnorputeri di Kabupaten Lampung Selatan dalam tahapan verifikasi faktual (vertual) parpol, Rabu (31/1/2018) kemarin.

Status anggota partai berlambang banteng moncong putih ini tetap dinyatakan lengkap oleh tim verifikator dari KPU Lampung Selatan yang datang untuk memverifikasi.
“Tadi ada satu anggota yang nggak datang karena kecelakaan. Tetapi tetap dinyatakan memenuhi syarat. Ini pengecualian yang diberikan KPU,” kata anggota Panwaslu Lamsel Hendra Pauzi kepada Radar Lamsel disela-sela kegiatan vertual parpol di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Lamsel kemarin.

Selain satu anggota tersebut, Panwaslu mencatat tidak ada persoalan yang mengancam PDI Perjuangan dalam proses vertual tersebut. “Yang lainnya clear. Kuota keterwakilan perempuan juga melebihi 30 persen,” ungkap dia.

Senada dikatakan Komisioner KPU Lamsel Hj. Sri Fatimah yang melakukan verifikasi. Menurut dia, kuota keterwakilan perempuan PDI Perjuangan mencapai 33 persen. “Sudah melebihi syarat yang dipersyaratkan,” ujar Sri kepada Radar Lamsel.

Menurut Sri, satu-satunya hal yang menjadi ganjalan untuk diperbaiki adalah kesalahan NIK Bendahara PDI Perjuangan yang tercatat berbeda. “Ini bisa diperbaiki secepatnya oleh pengurus partai atau LO partai. Yang lainnya nggak ada masalah,” ungkap perempuan berjilbab itu.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Lamsel H. Hendry Rosyadi mengaku bersyukur tahapan vertual parpol yang dilakukan KPU bisa berjalan lancar dan tertib.

Alhamdulillah, tadi bisa didengar tidak ada temuan yang krusial dalam proses verifikasi ini,” kata Hendry didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Lamsel Nanang Ermanto.

Hendry justru mengingatkan kepada seluruh kader untuk mempersiapkan diri setelah proses vertual parpol ini dinyatakan rampung. “Kita harus maksimalkan mesin partai. Banyak agenda-agenda demokrasi yang sudah didepan mata. Mulai dari Pilgub, Pileg dan Pilpres. Seluruh kader harus all out,” ungkap Hendry. (red)

BAGIKAN