Satu Kontainer Surat Suara Mendarat di KPU

118
Veridial – Sekretaris KPU Lamsel Bejo Purnomo bersama Ketua KPU Lamsel Abdul Hafidz disaksikan anggota Bawaslu Lamsel Iwan Hidayat menerima penyerahan surat suara secara simbolis di Gor Mustafa Kemal Kalianda, Selasa (5/3).

KALIANDA – Sebanyak 1.230 packs surat suara akhirnya mendarat di gudang penyimpanan logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung Selatan, siang kemarin.

Surat suara yang dikirim oleh PT. Aksara Grafika Pratama dari Jakarta itu merupakan surat suara DPR RI Dapil Lampung I berjumlah 215.000 lembar dan surat suara DPRD Provinsi Dapil Lampung 400.000 lembar.

Ketua KPU Lampung Selatan Abdul Hafidz  mengatakan, surat suara tersebut belum semuanya dikirim dan baru sebagian saja dengan total rincian surat suara DPR RI Dapil Lampung 1 sebanyak 430 packs dan surat suara Dapil Lampung 2 sebanyak 800 packs.

“ Baru ini 1.230 packs yang sudah datang ke Lamsel. KPU Lamsel sudah menyimpan surat suara ini di gudang penyimpanan logistik yang terpusat di GOR Mustafa Kemal Kalianda,” ujarnya usai serah terima surat suara secara simbolis, Selasa (5/3).

Sekretaris KPU Lamsel Bejo Purnomo mengamini surat suara yang datang baru sebagian kecil dari total 3,8 juta surat suara yang merupakan jatah pemilih di Lamsel.

“ Sisanya masih banyak karena surat suara presiden dan wakil presiden, surat suara DPRD Kabupaten dan surat suara DPD belum dikirim. Baru DPR RI dan DPRD Provinsi yang sampai,” ujar Bejo kepada Radar Lamsel di Gor Mustafa Kemal.

BACA :  Hari Ini, Desa Way Sari Dinilai

Masih kata Bejo, satu packs surat suara tersebut berisikan 500 lembar. Artinya, kata dia, secara kalkulasi masih banyak sekali kekurangan surat suara yang untuk kabupaten ini yang belum sampai ke gudang penyimpanan.

“ Satu packs-nya berisikan 500 lembar. Untuk sisanya belum dapat dipastikan kapan akan datang yang jelas kita berharap secepatnya bisa datang semua karena waktu pelipatan juga semakin mepet,” sebut dia.

Bejo melanjutkan, Lamsel tergabung dengan Banten perihal perusahaan percetakan yang membawahi dua kabupaten tersebut, yaitu PT. Aksara Grafika Pratama.

“ Lamsel dengan Banten itu satu percetakannya yakni PT. Grafika Aksara Pratama. Untuk pihak perusahaan agak susah komunikasinya sehingga KPU Lamsel pun tak dapat memberi pressure terkait pendistribusiannya, sehingga kami hanya dapat memantau melalui petugas kepolisian yang melakukan pengawalan distribusinya. Begitu,” ungkapnya.

BACA :  Winarni : Perempuan itu Tiang Negara!

Disinggung soal personil pelipat surat suara? Bejo menjelaskan, telah menyiapkan tak kurang dari 1.500 personil yang fasih dalam hal pelipatan. Karenanya meski waktu kian mepet namun KPU Lamsel memastikan jajarannya akan bekerja maksimal.

“ Kalau untuk 1.230 packs ini kemungkinan tiga hari selesai pelipatannya. Kami sudah menyiapkan 1.500 personil yang sudah biasa melipat surat suara,” terangnya.

Lebih jauh Bejo menuturkan, pelipat surat suara yang disiapkan dipastikan tidak buta warna. Sebab syarat tersebut merupakan syarat dasar untuk juru lipat. Ia pun mengakui bahwa pelipatan kali ini juga dibarengi dengan kecermatan koreksi sebagai antisipasi tertukarnya surat suara.

“ Sekarang mekanismenya memang berbeda dengan sebelumnya. Untuk juru lipat saat melakukan pelipatan dia juga mesti memperhatikan supaya surat suara tidak tertukar dengan daerah lain,” tandasnya.

Sementara supir kontainer Suli (35) menjelaskan, satu kontainer dengan surat jalan bernomor 08/KONTRAK-SURATSUARA/K.NASIONAL/I/2019 yang diusungnya dari Jakarta itu berisikan 21 ton. “ Beratnya 21 ton, berangkat Senin dan Selasa sampai ke Kalianda,” pungkasnya. (ver)

BAGIKAN