Satu Korban Meninggal Diduga DBD

104
Ilustrasi DBD

KALIANDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lampung Selatan bisa dibilang kecolongan dalam mengantisipasi wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di tahun 2019. Pasalnya, satu orang dikabarkan meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.

          Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Lamsel, warga yang menjadi korban wabah DBD adalah Akila (9). Warga Desa Sidoasih, Kecamatan Ketapang ini meninggal saat menjalani perawatan sekitar sepekan lalu. Korban sebelumnya dinyatakan positif DBD setelah mendapat perawatan di klinik dokter di daerah Desa Pematang Pasir. Lalu, korban di rujuk ke RSUD Bob Bazar, SKM Kalianda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut sebelum dinyatakan meninggal dunia.

          Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel, Kristi Endarwanti membantah jika ada korban meninggal dunia akibat wabah penyakit DBD. Pihaknya, mengklaim jika korban tersebut belum bisa dipastikan meninggal karena DBD.

BACA :  Desa Pemanggilan dan Hajimena Dinyatakan ODF

          “Klinik itu apakah lengkap alat uji laboratoriumnya. Kita belum bisa mengklaim ke arah situ. Harus berdasarkan bukti dah hasil uji lab. Bisa saja salah diagnosa. Karena, dari laporan UPT Puskesmas Ketapang juga tidak ada warga yang meninggal karena DBD,” kata Kristi melalui sambungan telepon, kemarin.

          Dia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dalam perkembangan kasus DBD melalui masing-masing UPT Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan, dia menyebut sepanjang 2019 ini baru tercatat 191 warga yang terserang DBD dan tidak ada yang meninggal dunia.

BACA :  Susun RAD, Pertahankan Predikat KLA

          “Kita juga selalu memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Kami juga telah menerapkan program 1R1J (1 Rumah 1 Jumantik) untuk pemberantasan nyamuk DBD ini,” pungkasnya.
          Sementara itu, salah satu dokter klinik di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang yang minta namanya dirahasiakan menegaskan, pasien tersebut positif terserang penyakit DBD. Bahkan, berdasarkan data pasien di kliniknya selama dua bulan terakhir terdapat 7 pasien menderita DBD.

          “Kalau sekarang ini ada dua pasien DBD yang masih di rawat, namun kondisinya mulai membaik. Dari 7 pasien selama dua bulan terakhir ini satu diantaranya adalah Akila yang kami rujuk dan meninggal di RSUD Bob Bazar,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN