SDN 1 Kalianda Peduli Pendidikan Inklusif

211

KALIANDA – SDN 1 Kalianda adalah salah satu di antara sekolah dasar di Lamsel yang memiliki dua program pembelajaran, yakni kelas regular dan kelas inklusif.

Sejauh ini jumlah siswa inklusif atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang mengenyam pendidikan di SDN 1 Kalianda kian tahun semakin bertambah. Itu membuktikan adanya kepercayaan para orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya yang memiliki kelainan khusus di sekolah tersebut.

Menurut Kepala SDN 1 Kalianda Hasanuddin, S. Pd, penerapan sistem pendidikan inklusif di sekolah yang dipimpinnya saat ini sudah berjalan sejak dirinya belum menjabat sebagai kepala di sekolah tersebut. Dia mengatakan, sesuai peraturan sekolah siapa pun orang tua yang mendaftrkan ABK pasti akan diterima, selama calon siswa inklusif tersebut memiliki keinginginan untuk belajar.

BACA :  Pemerintah Panggil Boss PT. Tanjung Selaki

“Setiap orang tua yang datang mendaftarkan anaknya akan mengikuti proses wawancara bersama anaknya. Hal ini untuk mengetahui peta kemampuan anak sehingga pihak sekolah dapat menentukan kebijakan dan strategi pembelajaran yang sesuai bagi anak tersebut,” ujar Hasanuddin kepada Radar Lamsel di ruang kerjanya, Kamis (11/10).

Dijelaskannya, menurut undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional yang memuat tentang hak dan kewajiban warga negara pada bidang pendidikan dinyatakan, bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.

Selain itu, warga negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, dan atau sosial, serta yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, juga dinyatakan berhak untuk memperoleh pendidikan khusus.

BACA :  Hari Ini, Musrenbang Kabupaten Digelar

“Atas dasar itulah sekolah ini (SDN 1 Kalianda, red) menerima siswa ABK dan tetap mempertahankan program pendidikan inklusif ini. Apapun jenis kekurangan yang dimiliki ABK seperti tunanetra, autis, tunagrahita, tunarungu, tunawicara, maupun siswa yang lamban belajar dan kesulitan dalam belaja pasti akan kami terima,” terangnya.

“Untuk itu kami berharap, semoga pemerintah daerah juga memiliki kepedulian terhadap siswa-siswi yang memiliki kelainan khusus, sehingga pendidikan siswa inklusi di kabupaten ini (Lamsel, red) bisa terus maju dan berkembang,” harapnya. (iwn)

BAGIKAN