Sebagian Pedagang Pasar Sidomulyo Ogah Pindah

756
Veridial – Beginilah kondisi pasar Sidomulyo yang diklaim sudah beres penataannya ternyata masih menyisakan berbagai persoalan.

Antoni Imam, Cukup Kuat Kalau Mau Bertahan

SIDOMULYO – Kekecewaan pedagang pasar Sidomulyo atas penertiban tim prematur masih berlanjut. Ada beberapa faktor pemicu yang menyebabkan sebagian pedagang itu merasa dirugikan dari hasil keputusan tim Prematur.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, dampak dari penertiban tersebut ada beberapa pedagang tidak mendapat tempat dan sebagian enggan pindah ketempat yang baru. Selain itu pembagian yang tidak berdasar nomor urut menyebabkan beberapa pedagang ditempatkan dibelakang.

Sementara itu, dua dari total 47 pedagang kategori lama disinyalir merupakan pedagang baru.  Jika informasi tersebut benar adanya maka jumlah real dari pedagang lama hanyalah 45 orang, bukan 47 orang yang selama ini digembar-gemborkan.

Anggota DPRD Provinsi Lampung H. Antoni Imam, SE, mengatakan, pembagian tersebut dinilai masih kurang adil karena masih ada 20 pedagang lainnya yang harus dilibatkan dalam pembagian kios.

BACA :  Optimis Silpa Menurun Ketimbang Tahun Lalu

“Dalam penertiban seharusnya tim prematur tidak seperti itu, harus melihat fakta dan kronologisnya terlebih dahulu,” ujar Anggota Komisi III DPRD Lampung itu saat dihubungi Radar Lamsel, Minggu (19/3) kemarin.

Dikatakan, sebagian pedagang yang melapor kepadanya merasa dirugikan. Sebab, lanjut Antoni Imam, pembagian tidak berdasar normor urut atau katakanlah ‘urut kacang’. Harusnya diperhatikan beberapa fakta yang sebenarnya.

“Kalau toh para pedagang yang sudah berdagang dan taat aturan ini kena imbasnya, bagaimana dengan pedagang yang sudah disediakan tempat tapi seolah tidak ingin mengisi kios yang sudah ditetapkan. Ini seharusnya jadi pertimbangan tim prematur,” ujarnya.

Lebih lanjut Politisi dari Fraksi PKS itu menjelaskan jumlah pedagang lama pasar Sidomulyo adaah 45 pedagang. Sedangkan selama ini laporannya berjumlah 47 orang. “Ternyata ada pedagang baru yang dimasukkan ke pedagang lama,” ungkap Antoni Imam.

BACA :  Pak Dosen Bidik Balon Bupati dan Wakil Bupati

Jika pedagang tidak terima dengan tempat yang ditetapkan oleh tim prematur, bisa bertahan ditempat yang lama. Pasalnya surat Hak Guna Pakai (HGP) sebelumnya pedagang masih berhak atas kios yang lama. “Kalau mau bertahan HGP sebelumnya cukup kuat untuk jadi bukti,” imbuhnya.

Diketahui persoalah pasar Sidomulyo terjadi sejak tahun 2016 lalu, polemik berkepanjangan itu membuat Bupati Lampung Selatan Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum, membentuk tim prematur untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun nayatanya tim prematur yang terdiri dari pedagang dan instansi terkait juga tak cukup kuat memebereskan persoalan ini. (ver)

BAGIKAN