Sehari Satu Halaman, Enam Kali Mencoba Diganjar Juara

144
Kemas Yogi - Ibnu Khaldun bersama pembinanya Ust. Ali Muhtarom.

Hafalan Qur’an Ibnu Khaldun Terbaik ke-2 Nasional

Provinsi Lampung patut berbangga dengan prestasi pemuda kelahiran Dusun Muhajirun, Desa Negara Ratu, Kecamatan Natar 18 tahun silam. Sebab berkat dirinya Lampung masuk dalam 10 besar se- Indonesia pada gelaran Seleksi Tilawah Qur’an dan Hadits (STQH) tingkat Nasional ke-25 di Pontianak, Kalimantan Barat. Lalu siapa sebenarnya remaja penghafal 30 juz Al-Quran tersebut ? Berikut Ulasannya. 

Laporan Kemas Yogi, NATAR

PRIA bernama lengkap Ibnu Khaldun Miftahul Ulum (18)  pantas menyandang gelar Alhafidzh atas kemampuannya menghafal dan mengingat ayat-ayat Al-Qur’an secara utuh, apalagi dia dinyatakan sebagai juara kedua Tahfidzul Qur’an dalam STQH tingkat nasional setingkat dibawah Provinsi Jawa Tengah yang jadi juara pertamanya. 

Anak kandung dari pasangan Abdurahman Saleh dan Uswatun Hasanah ini memang terjaga lingkungannya dan pergaulannya sejak kecil, bahkan dikeluarganya mulai dari kakak sampai adiknya semua merupakan penghafal Al-Qur’an. 

Lahir pada 24 Maret 2001 lalu, Ibnu memang dididik oleh orang tuanya dan para guru-guru di Ponpes Alfatah dengan baik hingga sampai hafal 30 juz. Tidak hanya sekali mewakili Provinsi Lampung di level nasional dirinya telah enam kali mengikuti STQH tingkat nasional. “Di Bangka Belitung tahun 2013, Kepulauan Riau tahun 2014, Jakarta tahun 2015, Nusa Tenggara Barat tahun 2016, Kalimantan Utara tahun 2017, dan di Kalimantan Barat pada tahun 2019 yang mendapat perhargaan berupa paket umroh,” ujarnya saat ditemui Radar Lamsel di Masjid Annubuwah, Dusun Muhajirun, Kecamatan Natar, Rabu (10/7).

BACA :  Berisiko Kejiwaan, Empat Pegawai Diistirahatkan

Dari enam kali keikutsertaan tersebut, tahun 2019 menjadi spesial karena dia hampir menjadi juara pertama dalam lomba tersebut. “Dari 2013 saya ikut dari kategori 10 juz, 20 juz baru tahun ini 30 juz,” ucapnya. 

Anak ke-4 dari 8 bersaudara ini telah memulai program menghafal Qur’an sejak duduk dibangku MI atau SD, bahkan dirinya telah terhindar dari paparan Televisi maupun Handphone. “Setiap hari saya punya target hafalan 1 halaman, supaya fokus saya jarang menonton TV dan tidak menggunakan HP,” tuturnya. 

Sejak belia Ibnu telah bercita-cita ingin mempelajari dan mengajarkan Al-Quran sehingga dia berusaha untuk menjadi penghafal Qur’an hal itu menurutnya berbanding lurus dengan tuntunan Nabi Muhammad yang mengatakan orang yang terbaik adalah yang belajar dan mengamalkan Al-Quran. “Sebaik-baik orang adalah yang mempelajari quran dan mengajarkannya serta yang paling puncak adalah mengamalkannya, intinya saya ingin menjadi sebaik-baiknya orang yang dikatakan oleh Nabi Muhammad,” bebernya. 

Lalu, apa sebetulnya resep utama bagi Ibnu mampu mengafal Quran selama kurang dari Lima tahun, Ia mengaku tidak pernah menyangka dirinya mampu menghafal Quran dalam waktu yang cukup singkat. “Saya hanya fokus menghafal dan mengulang, serta bimbingan ustad-ustad di Alfatah sangat membantu saya untuk bisa menghafal quran,” ucapnya. 

BACA :  Berisiko Kejiwaan, Empat Pegawai Diistirahatkan

Salah satu guru Ibnu di Ponpes Alfatah Ust. Ali Muhtarom mengatakan Ibnu Khaldun memang sangat menonjol dalam hal menghafal Al-Quran bahkan selama enam kali ikut serta dirinya selalu menjadi yang terbaik di Provinsi Lampung. “Artinya Ibnu selalu menjadi pilihan utama di Provinsi Lampung, meskipum baru tahun ini menjadi juara,” katanya. 

Ia mengatakan, dalam lomba menghafal Al-Quran tidak ada yang layak dikatakan yang terbaik ataupun terburuk, semua peserta selalu bertujuan untuk memperkuat hafalan bukan untuk mencari gelar juara. “Santri-santri Alfatah yang mengikuti lomba Hafizh quran selalu kami sampaikan untuk tidak mementingkan gelar juara, tetapi niatkan untuk Allah dan untuk memperkuat hafalan,” tuturnya. 

Ibnu sendiri tambahnya, merupakan santri yang diminta oleh Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk mewakili daerah tersebut dalam menghadapi STQ tingkat Provinsi Lampung. “Memang selain Ibnu, ada banyak santri kami yang mewakili kabupaten lain, seperti Tubaba dan Lampung Selatan,” pungkasnya. (*)

BAGIKAN