Semburan Abu Vulkanik GAK Meluas

386

Kepala Dinkes Perintahkan Petugas Puskesmas Bagikan Masker

KALIANDA – Aktivitas gunung anak krakatau (GAK) masih fluktuatif. Pihak Pos Pemantau mencatat, pada Sabtu (17/11), GAK yang berada diperairan Selat Sunda itu mengeluarkan sebanyak 202 kali letusan abu vulkanik disertai lava yang menyebar ke sekitar GAK.

Bahkan, aktivitas GAK sempat menghebohkan warga seputar Rajabasa, Kalianda bahkan hingga wilayah Kecamatan Candipuro. Pasalnya, semburan abu vulkanik yang ditimbulkannya menyebar hingga sejumlah kecamatan bahkan hingga Kecamatan yang jaraknya cukup jauh yakni wilayah Kecamatan Candipuro.

Petugas Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau (GAK) menyatakan bahwa abu hitam yang menyebar ke lingkungan masyarakat wilayah Kalianda, Sidomulyo, dan Candipuro berasal dari letusan vulkanik GAK.

Kepala Pos Pemantau GAK Desa Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa Andi Suwardi menjelaskan, tebaran abu yang melanda tiga wilayah itu disebabkan oleh faktor angin yang mengarah ke barat.

“Kemarin arah anginnya ke barat. Ini yang menyebabkan abu menyebar ke lingkungan warga,” kata Andi saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Minggu (18/11).

Sementara ini, Andi belum bisa menjamin apakah abu vulkanik dari GAK tersebut masih menyebar ke wilayah Kalianda. Sebab, pihaknya belum mendapat laporan mengenai masalah itu.

BACA :  Nama-nama Anggota DPRD Lamsel 2019-2024

“Yang banyak kemarin (Sabtu), kalau hari (Minggu) ini belum tahu. Kami belum dapat laporan, kalau melihat arah anginnya condong lemah ke arah utara (Rajabasa),” katanya.

Pihak Pos Pemantau mencatat, pada Sabtu (17/11), GAK mengeluarkan sebanyak 202 kali letusan abu vulkanik disertai lava yang menyebar ke skitar GAK.

Sebelumnya, masyarakat dibeberapa wilayah kecamatan di kabupaten  Lampung Selatan dihebohkan dengan kemunculan debu hitam yang  menempel dibagain teras dan kaca rumah yang diduga berasal dari abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) sejak dua hari terakhir ini.

“Dari kemarin saya sapu masih saja muncul debunya. Ini pasti abu Krakatau,” ujar Zulikho (45) warga Lingkungan V Kelurahan Kalianda, saat berbincang dengan Radar Lamsel di Kalianda, Minggu (18/11).

Hal serupa juga dialami Bayu (60). Warga Kecamatan Candipuro ini mengaku kaget saat melihat lantai rumahnya  dikotori debu berwana hitam. “Awalnya saya kira debu bekas pecahan keramik, kebetulan dirumahkan lagi ada tukang yang sedang merenovasi kamar mandi. Tapi begitu saya perhatikan kok warnanya hitam, ternyata abu dari gunung anak krakatau toh itu,” terang Bayu kepada wartawan koran ini.

BACA :  Patung Radin Inten II Butuh Polesan

Dengan adanya kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan Lamsel dr. Jimmy B. Hutapea langsung menginstruksikan kepada seluruh jajaran Puskesmas khususnya yang berada di wilayah Kalianda dan pesisir Kecamatan Rajabasa untuk melakukan antisipasi dampak abu vulkanik gunung anak krakatau tersebut.

“Saya sudah perintahkan kepada jajaran Puskesmas untuk memberikan imbauan kepada masyarakat jika keluar rumah agar menggunakan masker. Supaya masyarakat terhindar dari penyakit ISPA yang disebabkan oleh abu vulkanik yang saat ini sudah menyebar kesejumlah wilayah di Lampung Selatan,” ungkap Jimmy.

Selain itu, lanjut Jimmy, pihaknya juga telah memerintahkan kepada petugas Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di wilayah pulau Sebesi agar membagikan masker kepada warga yang tinggal di wilayah kepulauan tersebut. “Sudah saya perintahkan juga kepada petugas Pustu untuk membagikan masker kepada warga. Kalaupun stoknya sudah habis saya sarankan untuk berkoordinasi ke petugas di Puskesmas Kecamatan Rajabasa, biar bisa langsung dikirim,” pungkasnya. (iwn/rnd)

BAGIKAN