Sensus Penduduk, BPS Gunakan Combine Metode

20
Foto Ilustrasi Sensus Penduduk
GEDONGTATAAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pesawaran akan menggunakan combine metode dalam melaksanakan Sensus Penduduk (SP) ke-7  yang akan dilaksanakan pada 2020 mendatang.
 
“Kita gunakan combine metode dalam SP, yakni metode, Kewi, Kepi dan Pepi,” ungkap Kepala BPS Pesawaran, Wintarti Dyah Indriani, kemarin.
 
Dijelaskan, pelaksanaan SP dengan metode Kewi yakni melalui online. Dimana para penduduk dapat mengisi dan  memperbaiki data kependudukan secara mandiri dengan membuka website sensus penduduk. 
 
“Dan itu (metode Kewi) dilaksanakan Februari-Maret 2020 mendatang,” ucapnya.
 
Kemudian metode Kepi yakni bagi warga yang belum sempat dan atau melengkapi SP dengan metode Kewi, pihaknya melalui petugas sensus akan mendatangi masyarakat tersebut.
 
“Setelah metode Kewi selesai, akan kita ketahui pada saat verifikasi siapa saja yang belum disensus dan akan kita datangi dengan sistem android,” jelasnya.
 
Sedangkan sensus dengan metode Pepi atau mendatangi penduduk dengan kertas quisioner tidak dilakukan. Hanya Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat. Sedangkan Pesawaran akan menggunakan metode Kewi dan Kepi. Dimana dalam rangka peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) yang jatuh pada 26 September ini, tahap awal  sensus penduduk yakni sosialisasi.
 
“Untuk menggaungkan SP, yakni pertama kita akan apel hari statistik nasional. Dan sosialisasi SP tahap awal yakni pada 30 September ini kita akan undang dinas terkait seperti Dinas Kependukan dan Pencataan Sipil, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, Bappeda dan seluruh camat yang diharapkan banyak membantu dalam pelaksanaan SP nantinya. Dan itu salah satu strategi kita untuk menyukseskan sensus penduduk yang muaranya juga untuk kita semua dan untuk Indonesia,” pungkasnya. (Esn)
BACA :  Menderita Lumpuh Selama 18 Tahun, Janda Anak Satu Membutuhkan Bantuan
BAGIKAN