Sepakat! Perbaikan Jembatan Way Urang Ditanggung Pengusaha

373

Butuh Rp 2,5 M, Baru Terkumpul Rp 325 Juta

KALIANDA – Musyawarah antara Pemkab Lampung Selatan dengan pengusaha yang ada di kabupaten ini berbuah manis. Pengusaha sepakat menanggung biaya pembangunan jembatan pasar inpres di Kelurahan Way Urang yang ambruk diterjang banjir awal Maret lalu.

Hasil analisa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lamsel perbaikan akses vital warga Kalianda itu memerlukan sedikitnya Rp 2,5 miliar. Angka tersebut tanpa keuntungan dan belum termasuk pajak.

Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto mengatakan, musyawarah dengan pengusaha dilatarbelakangi adanya keinginan satu sama lain untuk memajukan Lamsel. Salah satu caranya, kata dia adalah menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari 155 perusahaan untuk membangun jembatan pasar inpres.

“ Kalau Pemkab menggunakan APBD untuk membangun jembatan maka akan terjadi ketimpangan anggaran. Satu-satunya cara adalah dengan menggandeng pengusaha yang ada di Lamsel untuk pembangunan jembatan tersebut,” kata Nanang di Grand Elty Krakatoa Kalianda, Kamis (13/9) kemarin.

Mantan Anggota DPRD Lamsel itu menegaskan, bakal menjamin kemudahan investor untuk menanamkan investasi di bumi khagom mufakat. Disisi lain kendala perizinan yang selama ini dikeluhkan pengusaha dijamin Nanang tak akan terjadi lagi.

“Bukan demi siapa-siapa tapi demi Lampung Selatan yang lebih baik. Saya yakin pengusaha yang hadir berintegritas semua dan punya komitmen untuk memajukan Lamsel,” ucapnya.

Apbila dengan hasil kesepakatan tersebut masih ada pengusaha yang merasa dipersulit? Nanang pun menebar psywar apabila kedapatan oknum yang mempersulit perizinan dengan alasan tak jelas maka pihaknya tak segan untuk mengganti oknum tersebut.

“ Pengurusan izin jangan dipersulit, kami tak alergi terhadap investor tapi lebih banyak investor maka lebih baik. Ada yang coba main-main mempersulit izin laporkan nanti kita potel (copot’red),” tegas Nanang.

Biaya pembangunan akan terasa berat bila dipikul sendirian, karenanya keterlibatan pengusaha bergotong-royong membangun Lamsel amat dinantikan. “ Kami rasa pertemuan ini sudah jelas, pengusaha pada prinsipnya menyanggupi,” terang orang nomor satu di Lamsel ini.

Ketua Forum Komunikasi CSR Lamsel Tatang menyambut baik kerjasama yang ditawarkan Pemkab Lamsel. Ia menegaskan bakal mengkoordinir rekan-rekan pengusaha untuk segera merealisasikan pembangunan jembatan pasar inpres. “ Kami pengusaha berkomitmen dan sepakat untuk merealisasikan pembangunan secapatnya bila perlu kalau dana terkumpul hari ini (kemarin ‘red) langsung kita bangun,” sebut dia.

Dilanjutkan, pembangunan yang diprediksi menelan Rp 2,5 M itu bakal ditanggung oleh sekitar 155 perusahaan yang ada di Lamsel. Secara matematis bila dibagi rata maka satu pengusaha menanggung Rp 15 juta dari total biaya pembangunan. “ Artinya bila dibagi rata, perusahaan menyalurkan Rp 15 juta untuk pembangunan,” sebut Tatang.

Terkait kehadiran pengusaha yang diwakilkan? Tatang menegaskan hal itu tak mempengaruhi komitmen awal. Sebab kata dia pada prinsipnya pengusaha mendukung setiap program pembangunan di Lamsel. “ Nggak masalah meski diwakilkan, karena perwakilannya pun sudah langsung berkomunikasi dengan bos masing-masing perusahaan dan menyatakan kesiapannya,” tandasnya.

Pada bagian lain, Plt. Kepala DPUPR Lamsel Hermansyah Hamidi memaparkan hasil hitung-hitungan secara detil jembatan pasar inpres memerlukan Rp 2,5 M. “ Tim sudah menganalisa tanpa keuntungan dan pajak. Hasilnya muncul Rp 2,5 M,” imbuhnya.

Pantauan Radar Lamsel, beberapa perusahaan bahkan menyumbang lebih dari Rp 15 juta salah seperti PT. BBJ Rp 30 juta PT. SBB dan PT. SMAL masing-masing Rp 25 juta. Dana yang terkumpul sementara dalam forum tersebut telah menghasilkan Rp 325 juta. Sisanya sebagian besar perusahaan yang mengutus perwakilan menyatakan kesiapan namun belum berani memutuskan besaran nominal. (ver)

BAGIKAN