Sepakati Perbaikan Rumah Warga, Aktifitas PT. ALS Kembali Dibuka Kamis

295

KALIANDA – Perbaikan rumah warga yang rusak akibat dampak pengeboman (blasting’red) PT. Andesit Lumbung Sejahtera (ALS) akan dilakukan pada, Kamis (8/2) mendatang. Selain itu, beberapa kesepakatan lain juga disimpulkan dalam rapat lanjutan penyelesaian dampak negatif aktifitas pertambangan batu yang berada di Desa Bandardalam, Kecamatan Sidomulyo.

Pertemuan yang berlangsung diruang Asisten Ekobang Setdakab Lamsel Ir. Mulyadi Saleh, MM ini berlangsung kondusif. Selain akan segera memperbaiki kerusakan rumah warga pekan ini, perusahaan tambang batu split ini juga diminta untuk terus menginventarisir kerusakan rumah warga yang belum ada terdata.

“Disamping perusahaan mulai memperbaiki kerusakan rumah warga pada Kamis (8/2) mendatang, kita juga minta kepada pihak PT. ALS sambil mendata ulang terhadap rumah rusak warga yang belum terdata. Setelah itu secara bergulir langsung diperbaiki,” ungkap Mulyadi Saleh usai pertemuan, kemarin.

BACA :  Unggul di Survei Rakata, Nanang Ermanto Pilih Fokus

Pemkab Lamsel juga meminta kepada pihak perusahaan untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan warga serta aparatur desa dan pemerintahan. Supaya, apabila masih terdapat dampak yang sama bisa segera ditangani sedini mungkin.

“Jadi, kalau persoalan ini kembali terjadi perusahaan bisa langsung ambil tindakan cepat. Sehingga, warga merasa diperhatikan dengan keberadaan perusahaan itu. Hal ini merupakan aspirasi warga sekitar,” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, status penutupan sementara perusahaan tersebut juga dicabut berbarengan dengan perbaikan rumah warga yang rusak. Namun demikian, pemerintah tetap terus melakukan pemantauan secara langsung terhadap perusahaan tersebut.

“Mudah-mudahan kedepan persoalan ini tidak terjadi lagi,” tukasnya.

BACA :  BPPRD Kirim SKPD ke PT. HMA

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Lampung Selatan menjadwalkan pertemuan dengan perusahaan pertambangan batu split PT. Andesit Lumbung Sejahtera (ALS), Senin (5/2) hari ini. Pertemuan dilakukan untuk menagih janji perusahaan terkait ganti rugi kepada warga yang terkena dampak aktifitas penambangan batu.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lamsel Ir. Mulyadi Saleh, MM mengungkapkan, pihaknya akan melihat hasil inventarisasi data rumah rusak yang dilakukan pihak perusahaan. Kemudian, bersama-sama turun langsung ke lapangan mengevaluasi validitas data sebelum diberikan bantuan.

“Kami sudah jadwalkan pertemuan besok (hari ini’red). Kita ingin lihat data-data yang dikumpulkan perusahaan mengenai jumlah rumah beserta kerusakannya. Lalu, kita ajak mereka turun bersama untuk memastikan kebenaran data tersebut,” ungkap Mulyadi melalui sambungan telepon, kemarin. (idh)

 

BAGIKAN