Separuh Angkutan Pedesaan Tidak Layak Jalan

52
Ilustrasi Angkutan Pedesaan
GEDONGTATAAN – Dari sekitar 150 angkutan pedesaan di Pesawaran, sebanyak 70 armada yang masih dalam keadaan laik pakai sedangkan sisanya dikatagorikan sudah tidak laik.
 
Kepala Bidang Angkutan Darat Basri Umpu Singa mengatakan 150 angdes tersebut dengan trayek Kemiling -Gedongtataan dan Gedongtataan-Kedondong.
 
“Sejumlah angdes yang sudah tidak laik pakai lagi sudah diberikan tanda list merah di kendaraan dan itu pun tidak banyak,” ungkap Basri mewakili Kepala Dinas Perhubungan Pesawaran Afdal Faisal pada Rabu (13/2).
 
Dikatakan kebanyakan angdes yang dikatagorikan sudah tidak laik lagi sudah beralih fungsi. Akan tetapi  angdes tersebut belum mencabut daftarnya dari dinas terkait.
 
“Yang pasti kita bersama kepolisian pada saat razia rutin akan ditindak ketika melihat angdes yang tidak laik pakai lagi. Karena hal itu menyangkutan keselamatan penumpang,” ucapnya.
 
Disisi lain lanjut Basri pihaknya berencana akan menyosialisasikan penggunaan kendaraan pick up (kendaraan barang) khususnya di wilayah pesisir pesawaran untuk dijadikan angkutan penumpang. Dimana aturan yang memperbolehkan angkutan barang menjadi angkutan penumpang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74/2014 tentang angkutan jalan pada pasal 4 ayat 2 huruf (a) yakni angkutan orang dengan kendaraan bermotor sebagaimana diatur pada ayat 1 dilarang menggunakan mobil barang, kecuali rasio kendaraan bermotor untuk angkutan orang, kondisi wilayah secara geografis dan prasana jalan belum memadai.
 
“Selanjutnya diatur dalam pasal 5 ayat 2 bahwa kondisi geografis yang dimaksud yakni pegunugan, pesisir pantai. Dan 5 kecamatan di wilayah pesisir Pesawaran masuk dalam katagori tersebut,” jelasnya.
 
Selain itu, kendaraan barang untuk dijadikan kendaraan penumpang juga harus memenuhi unsur keselamatan seperti kendaraan pick up harus bertenda, memiliki kursi dan kelengkapan lainnya.
 
“Termasuk juga akan kita sosialisasikan tentang trayeknya. Mudah-mudahan akan kita sosialisasikan pada anggaran perubahan,” pungkasnya. (Red)
BACA :  Pemkab Pesawaran Data ASN Terlibat Korupsi
BAGIKAN