Setelah Akreditasi, Gedung UPUBKB Langsung Dibuka

128

KALIANDA – Uji kalibrasi di gedung pelayanan dan uji berkala atau KIR di UPUBKB Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Selatan akan diajukan kepada pihak Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah VI Provinsi Bengkulu dan Lampung.

Pengajuan kalibrasi kepada pihak BPTD wilayah VI itu akan disampaikan setelah alat-alat untuk menguji kendaraan di gedung itu lengkap. “Kami akan sampaikan ke BPTD, langkah ini kami ambil untuk mempercepat proses kalibrasi,” kata Anas saat dihubungi Radar Lamsel, Rabu (10/10/2018).

Mantan Kasat Pol PP Lamsel ini melanjutkan, setelah BPTD menyatakan alat-alat berhasil lulus dari uji kalibrasi, maka pihaknya akan membuka kembali tempat pelayanan uji berkala yang terletak di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) itu.

“Tak butuh waktu lama, setelah kalibrasi, gedung pelayanan uji kendaraan akan langsung dibuka. Ini resmi, karena UPUBKB kita sudah terakreditasi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dishub Lamsel resmi menutup gedung pelayanan uji berkala kendaraan atau KIR Kabupaten Lampung Selatan pada awal Oktober lalu. Penutupan ini ditengarai karena alat uji di tempat pengujian itu belum memenuhi standar pelayanan yang lengkap.

Penutupan itu berdasarkan keputusan Menteri Perhubungan (Menhub) nomor KM.133 Tahun 2015, tentang Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor bahwa setiap UPUBKB yang menyelenggarakan pengujian berkala kendaraan bermotor harus diakreditasi Menteri Perhubungan dan dilaksanakan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat.

Saat ini, Dishub Lamsel sedang berupaya memenuhi kekurangan alatnya. Langkah ini dilakukan agar UPUBKB segera dikalibrasi dan diakreditasi, sehingga statusnya berubah menjadi tipe B. Untuk memperoleh status menjadi tipe B, setidaknya Dinas Perhubungan harus memenuhi enam alat.

Diantaranya alat gas analyzer dan smoke tester untuk kendaraan diesel. Selanjutnya, alat CO HC (Carbon Monoksida dan Hidro Carbon), pit klip, sound level meter, tint tester dan brake tester. Seluruh alat yang dibutuhkan tersebut sudah diajukan oleh Dishub Lamsel pada APBD Perubahan dan APBD Murni.

“Jika sudah melengkapi alat-alat yang dibutuhkan, kami akan mengajukan kalibrasi dan mendapat akreditasi. Status ini penting supaya petugas dapat mengetahui kondisi kendaraan, sehingga bisa menentukan apakah kendaraan yang dites layak jalan atau tidak. Ini kami lakukan untuk pelayanan dan keselamatan pengendara,” kata Anas. (rnd)

BAGIKAN