SMAN 1 Natar Ajak Lima SMA Penuhi Standar Nasional

15
Kemas Yogi - Suasana sosialisasi dan penyusunan program untuk mencapai Delapan standar di Laboratorium MIPA SMAN 1 Natar, Senin (19/8).

NATAR – Sebagai sekolah model, SMA Negeri 1 Natar berkewajiban untuk menginfluence sekolah-sekolah yang ada disekitarnya. Hal itu sesuai dengan arahan dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Lampung. 

Lima sekolah yang berada disekitar SMAN 1 Natar akhirnya mendapat sosialisasi dan penyusunan program untuk menjadi sekolah yang memiliki delapan standar nasional. “Kelima sekolah tersebut diantaranya SMA Swadhipa, SMA Lifeskill Kesuma bangsa, SMA Yadika, SMA Trisukses, dan SMA Muhammadiyah Tangkit batu, Natar,” papar Kepala SMAN 1 Natar Sumarno kepada Radar Lamsel diruang kerjanya, Senin (19/8). 

Ia menambahkan, kenapa hanya lima sekolah ? Itu tidak terlepas karena stimulan anggaran yang diberikan oleh LPMP juga terbatas. “Semua sekolah yang ada di Kecamatan Natar sebetulnya punya kewajiban untuk memenuhi delapan standar tersebut,” katanya.

BACA :  Nanda Indira Dendi : Tanggungjawab Pendidik PAUD Luar Biasa

Kedelapan standar itu sambung Sumarno diantaranya, Standar kompetensi lulusan, Isi, Proses, Pendidik dan tenaga kependidikan, Pengelolaan, Sanpras, Penilaian dan Pembiayaan. “Tujuannya sangat baik, yakni memenuhi pelayanan prima kepada siswa dan masyarakat,” tuturnya. 

Pria yang juga Ketua MKKS SMA Kabupaten Lamsel itu menjelaskan, pihaknya kebetulan sebagai sekolah percontohan dalam hal pemenuhan delapan standar itu. “Kebetulan ini merupakan tahun kedua SMAN 1 Natar sebagai sekolah model, jadi ada tanggungjawab mengajak sekolah sekitar untuk melaksanakan Standar Penjaminan Mutu Iternal (SPMI),” urainya.

BACA :  Nanda Indira Dendi : Tanggungjawab Pendidik PAUD Luar Biasa

Sementara itu, Fasilitator LPMP wilayah Lamsel Sugeng mengatakan, ada enam tahapan yang perlu dicapai oleh kelima sekolah tersebur untuk menjadi sekolah bestandar tersebut. “Pertama yakni sekolah melakukan pembentukan tim SMI, Pemetaan mutu, Membuat perencanaan pemenuhan mutu, Pelakanaan pemenuhan mutu, Evaluasi atau audit dan terakhir menentukan standar yang dilakukan oleh SPM Eksternal (SPME) yang dibantu BANSM (Badan Akreditasi Nasional Sekolah Menengah) dan TPMPD (Tim Penjaminan Mutu Pendidikan Daerah),” pungkasnya. (kms)

BAGIKAN