SMK Pelita Santuni Anak Yatim Piatu

121
Foto Idrus - Jajaran dewan guru dan staf serta peserta didik SMK Pelita Pesawaran saat menggelar kegiatan buka bersama dan bhakti sosial.
GEDONGTATAAN – Selain menjadi sarana untuk mencerdaskan para peserta didik baik pada bidang akademik maupun non akademik, keberadaan sekolah beserta tenaga pendidik hendaknya harus memberikan pemahaman dan contoh kepada murid agar selalu peduli terhadap keberadaan anak yatim piatu dan kaum dhuafa yang ada dilingkungan sekitar. Oleh sebab itu, dewan guru dan staf Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelita Pesawaran mengajak para anak didiknya untuk menggelar kegiatan keagamaan dengan memberikan santunan kepada anak yatim.
Menurut Kepala Sekolah SMK Pelita Pesawaran Aunurrofiq, pemberian santunan yang dirangkai dengan kegiatan buka bersama dengan seluruh keluarga besar SMK Pelita tersebut merupakam program rutin yang dilaksanakan. Dimana pada kesempatan tersebut, pihaknya memberikan santunan kepada sebanyak 67 anak yatim piatu. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk memberikan contoh dan ajakan kepada para peserta didik untuk lebih sensitif terhadap keberadaan anak yatim piatu maupun kaum dhuafa.

BACA :  PBB Cari Calonkada Terbaik Dari Pesawaran

Sebab menurutnya, harapan terbesar terbesar orang tua dan sekolah adalah ingin memiliki anak yang soleh, sopan, pandai bergaul, pintar dan sukses, tetapi harapan besar ini jangan sampai menjadi tinggal harapan saja. Bagaimana orang tua dan sekolah untuk mewujudkan harapan tersebut, itulah yang paling penting. “Keluarga dan sekolah pada hakekatnya merupakan wadah pembentukan masing-masing anggotanya, terutama anak-anak yang masih berada dalam bimbingan tanggung jawab orang tuanya,” ucapnya.

BACA :  Bupati Dendi Minta Masyarakat Lestarikan Budaya Lampung

Apalagi, dikatakanya, orang tua dan sekolah merupakan dua unsur yang saling berkaitan dan memiliki keterkaitan yang kuat satu sama lain. “Agar orang tua dan sekolah tidak salah dalam mendidik anak, oleh karena itu harus terjalin kerjasama yang baik di antara kedua belah pihak. Orang tua mendidik anaknya di rumah, dan di sekolah untuk mendidik anak diserahkan kepada pihak sekolah atau guru,” tandasnya. (Rus)

BAGIKAN