SMPN 1 Natar Sosialisasi Pendidikan Positif Era Digital

993
Riedho - SMPN 1 Natar memberikan program pendidikan keluarga. Kali ini tema yang diangkat yakni pendidikan positif di era digital kepada wali murid di GSG sekolah setempat, Kamis (20/10)

NATAR – SMPN 1 Natar memberikan program pendidikan keluarga. Kali ini tema yang diangkat yakni pendidikan positif di era digital kepada wali murid di Gedung Serbaguna (GSG) sekolah setempat, Kamis (20/10). Selain itu juga sekaligus memperkenalkan GSG yang baru saja rampung dibangun dari program komite selama tiga tahun.

Kepala SMPN 1 Natar Hi. Machwanto mengatakan, selain memberikan sosialisasi pendidikan keluarga. Pada agenda itu juga diselipkan kegiatan semarak bulan bahasa dengan menampilkan puisi, pembacaan alquran dan serta lomba kebersihan kelas. “Yang terbaik kami tampilkan. Seperti tilawah qur’an, kultum dan puisi. Sosialisasi pendidikan keluarga ini kami berikan mengingat pentingnya komunikasi di dala keluarga untuk mencegah kenakalan anak,” katanya.

BACA :  Bocah Kritis Diserang Tiga Anjing Herder

Machwanto menambahkan, sosialisasi itu dilatarbelakangi, perkembangan anak terutama usia SMPN yang seringkali ditemukan tawuran sampai pornografi. “Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan positif ini bisa mengurangi kenakalan remaja,” tandasnya.

Plt. KUPT Natar Joko menanggapi sosialisasi pendidikan keluarga yang dilakukan SMPN 1 Natar. Dikatakannya saat ini memang sedang digalakan oleh pemerintah. “Untuk itu kami sangat mendukung sepenuhnya segala kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah, yang didalamnya mencakup pendidikan anak, orangtua dan guru. Kami nanti akan tularkan sosialisasi pendidikan keluarga ini karena tanggal 24 Oktober 2016, Pak Bupati juga mengundang seluruh kepala sekolah utamanya SD, SMP, PAUD untuk menyosialisasikan pendidikan keluarga,” katanya.

BACA :  Harga Anjlok Peternak Ayam Menjerit

Di lain sisi, Sekretaris Komite SMPN 1 Natar Junaidi menyambut baik kegiatan tersebut. Sebab, diakuinya saat ini banyak hal yang terjadi terekspose media sosial tanpa ada sensor sehingga menimbulkan dampak negatif dan positif. “Tetapi banyak negatifnya . Oleh karena itu melalui kegiatan sosialisasi ini kami berharap tercipta metode komunikasi antara anak dan orangtua sehingga bisa tercipta pendidikan keluarga yang baik. Diharapkan juga kegiatan seperti ini tidak kali ini saja, karena tiap tahun ada keluar masuk murid dengan karakter yang berbeda sehingga kami harap bisa tiap tahun juga,” ujarnya. (rdo)