Sopir Keluhkan Pemortalan Jalan

204
Foto Ilustrasi

Rugi Rp 15 Ribu Perhari

NATAR – Polemik pemortalan jalan Dusun Batupuru, Desa Tanjung Sari ternyata sangat berdampak dengan penghasilan para sopir truck besar sebab mereka harus mengeluarkan uang tambahan untuk biaya parkir.

Seperti pengakuan Karso (47) warga Dusun Sidoarjo, Desa Negara Ratu yang membawa truck berjenis fuso mengaku harus mengeluarkan uang tambahan Rp 15 ribu setiap harinya untuk jasa parkir. “Kami sangat dirugikan dengan pemortalan jalan itu, ada 50 sopir lebih yang menggunakan jalan itu untuk pulang kerumahnya masing-masing,” tuturnya.

Ia meminta agar pemerintah desa dan kecamatan bisa bersikap adil, tidak hanya melihat sisi jalan yang rusak sehingga merugikan pihaknya. “Kami para sopir juga sudah sepakat untuk menimbun jalan yang rusak, tetapi warga sekitar jalan tersebut menolak,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Sabtu (13/4).

BACA :  Winarni Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi

Solusi yang para sopir tawarkan sambung dia, portal sebaiknya dibuka tetapi dengan kesepakatan jika mobil yang bemuatan tidak boleh masuk. “Portal dibuka, kemudian kami bantu menimbun ditambah kesepakatan agar mobil yang bermuatan tidak boleh lewat,” ucapnya.

Jika kondisi mobil tidak bermuatan tambah Karso dilarang masuk maka kerugian pihaknya akan sangat besar. “Kadangan bisa sampai seminggu kosong muatannya, dalam seminggu itu harus bayar parkir terus,” keluhnya.

BACA :  Wisata Kebun Jeruk, Bisa Makan Sepuasnya

Sementara itu, Kades Tanjung Sari Robangi mengaku belum mengetahui keluhan para sopir tersebut sebab dirinya hanya mengikuti kehendak warga. “Warga menuntut agar perusahaan bertanggungjawab, itu saja,” tegasnya.

Sebab, beberapa kali pertemuan pihak perusahaan mengaku akan menyanggupi permintaan masyarakat untuk memperbaiki jalan itu. “Ya tetap nanti kita bicarakan bersama, jangan sampai ada warga yang dirugikan termasuk sopir-sopir kan juga warga,” pungkasnya. (Kms)

BAGIKAN