Sudah 2.000 Ha Lahan Padi Selesai Penanaman

79
David Zulkarnain – Salah satu lahan padi di Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas yang sedang memasuki proses penggarapan lahan, Rabu (17/7).

PALAS – Unit Pelakasana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas terus menguatkan penyiraman lahan persawahan dengan sistem pompanisasi. Upaya ini dilakukan untuk mengejar percepatan masa tanam musim gadu di wilayah setempat.

          Berdasarkan informasi, dari total luas 7.200 hektar lahan padi, hingga saat ini telah tercapai 2.000 hektar lahan yang melewati masa tanam.Sementara sisanya masih dalm proses penggarapan lahan.

          Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamtan Palas, Agus Santosa mengatakan , masa tanam yang dimulai sejak satu bulan  yang lalu hingga saat telah tercapi sekitar 2.000 hektar lahan yang telah melewati masa tanam.

          “Hingga saat capaian penanaman padi sudah seluas 2.000 hektar, yang sebagian besar lahan berada di wilayah barat Kecamatan Palas. Sementara sisanya masih dalam proses pengolahan lahan,” kata Agus Santosa kepada Radar Lamsel, Rabu (17/7).

BACA :  Dampak Kekeringan Meluas

          Sama seperti pada musim tanam gadu pada tahun lalu, ungkap Agus, pada musim tanam gadu tahun ini pihaknya menargetkan 100 persen lahan padi di wilayah Palas bisa tertanam. Target ini akan didukung dengan pengutan penyiraman lahan dengan sistem pompanisasi.

          “Untuk musim gadu tahun ini kami menargetkan 7.200 lahan sawah bisa ditanami semua. Kami juga saat ini terus mendorong petani untuk menguatkan penyiraman lahn dengan sistem pompanisasi. Sedangkan untuk laha kering kami imbau untuk diganti tanaman palawija,”ujarnya.

          Sementara saat disinggung mulai maraknya penggunaan bahan bakar gas elpiji tiga kilogram sebagai bahan bakar mesin penyedot air juga diamini oleh Agus. Namun saat ini pihaknya juga telah memberikan imbauan kepada petani untuk menggunakan gas lepiji yang tidak bersubsidi.

BACA :  Suami Ultah, Istri Wafat Kecelakaan Bus

          “Pemakaian gas elpiji memang diakui lebih efektif dibandingkan minyak atau bensin, karena lebih hemat. Namun kami juga menimbau kepada petani untuk tidak menggunakan gas elpiji yang bersubsidi,” paparnya.

          Disisi lain, saat ini juga pihaknya tengah berupaya memeberikan subsidi gas elpiji kepada petani. “Kita ketahui gas elpiji bersubsidi hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Tetapi saat ini kami bersama Dinas Pertanian tengah mengupayakn memebrikan subsidi gas elpiji petani, yang saat ini masih dalam pembahasan,” terangnya. (vid)

         

BAGIKAN