Sudah Ditransfer Tapi Belum Bisa Cairkan DD

480

Dulkahar: Hanya Desa “Bermasalah” yang Belum Bisa Cairkan

KALIANDA – Dana Desa tahap I 2018 memang sudah ditransfer ke rekening desa masing-masing. Namun fakta dilapangan belum semua desa bisa mencairkan DD, utamanya desa yang dianggap bermasalah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Lamsel Dulkahar, AP. M.Si menjelaskan, hanya desa yang terbelit masalah yang belum dapat mencairkan DD. Masalah yang dimaksud kata dia, umumnya masalah penyusunan berkas.

” Kalau laporan ke Kemendes sudah selesai, dana desa sudah ditransfer ke rekening dese. Tetapi khusus yang belum cair itu artinya persyaratan adminisitratifnya belum terpenuhi,” ujar Dulkahar kepada Radar Lamsel, Kamis (17/5) kemarin.

Mantan Camat Natar ini melanjutkan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan mengenai proses pencairan. Pasalnya, laporan dari kecamatan dianggap penting dalam perjalanan pembangunan desa. ” Yang belum bisa mencairkan hanya yang bermasalah saja,” ungkapnya.

Sayangnya, Dulkahar tak mengetahui berapa jumlah desa baik yang sudah mencairkan DD maupun yang belum mencairkan. ” Kalau jumlah detailnya, coba tanya dengan Kabid saja,” ucapnya.

Di Kecamatan Katibung misalnya. Terdapat lima desa yang hingga kini belum bisa merealisasikan rencana pembangunan karena terhambat proses penyusunan proposal pencairan.

Camat Katibung Hendra Jaya, S.Sos mengamini dari 12 desa yang ada di Katibung lima diantaranya belum melakukan kegiatan apapun. ” Sejauh ini masih ada lima desa yang belum, sisanya sudah,” kata Hendra Jaya saat dikonfirmasi, sore kemarin.

Mantan Plt. Kadiskominfo Lamsel itu tak merinci desa-desa mana yang dianggap bermasalah dalam pencairan dana di rekening desa. ” Ada lima desa, saya lupa rinciannya yang jelas belum semua desa,” terangnya.

Tepisah, Camat Candipuro Wasidi mengklaim dari 14 desa di Candipuro tinggal satu desa yang masih dalan proses pencairan. Desa tersebut diakui terlambat karena aparatur desa yang bertugas jatuh sakit.

“Secara keseluruhan sudah clear, tinggal satu saja yaitu Desa Sidoasri yang masih dalam proses karena aparatnya sempat jatuh sakit,” tandasnya. (ver)

BACA :  7 Hari, 7 Kebakaran, 1 Korban Jiwa
BAGIKAN