Tak Ada Pagar, Mobil Bisa Masuk Jurang

771
ILUSTRASI

BAKAUHENI – Rambu-rambu lalulintas sangat berpengaruh menekan kecelakaan lalulintas dijalan raya. Banyak sekali rambu-rambu lalulintas khususnya di jalan lintas sumatera (Jalinsum) dan jalan lintas timur (Jalintim) rusak dan tidak diperbaiki.
Ironisnya, rambu-rambu lalulintas rusak dan tidak terawat itu berada di kawasan rawan kecelakaan. Seperti di Jalinsum di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni. Dilokasi jalan menurun cukup curam itu tak ada rambu lalulintas dan pagar untuk mencegah kendaraan masuk jurang seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.
Lokasi kecelakaan tunggal tepatnya di Dusun Gubuk Seng, Desa Hatta, sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa (5/1) lalu melibatkan mobil bus Po. Putra Sulung terperosok kedalam jurang dengan kedalam sekitar 75 meter. Ini akibat tak adanya pagar di pinggir jalan nasional itu.
Kondisi ini tidak hanya di Jalinsum. Minim rambu-rambu lalulintas dan pagar pembatas juga ditemukan di lokasi rawan kecelakaan di jalan lintas timur (Jalintim) tepatnya di jalan tanjakan gunung pancong, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang.
Pagar pembatas atau penghalang jurang yang ada di pinggir jalintim Gunung Pancong, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang rusak parah lantaran sudah beberapa kali diterjang oleh mobil yang tak kuat menanjak jalan itu.
Sujasman (50), warga Yogaloka, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang mengaku sangat menyayangkan kondisi tersebut. Menurutnya, rambu-rambu lalulintas yang ada sudah rusak dan tidak terawat lagi.
“Seharusnya rambu – rambu dan pagar penghalang pembatas jurang yang sudah rusak harus segera di ganti. Seharusnya mobil yang tidak kuat menanjak dan mundur bisa terhalang tidak masuk jurang karena adanya pagar,” ujarnya. (CR1).

BACA :  Kerja Nyata Mahasiswa Darmajaya Dinanti 3 Kecamatan
BAGIKAN