Tak Ada Tanda-tanda Tapi Bantah Jalan Ditempat

632

Soal Pembangunan Water Front City

KALIANDA – Program wisata air (water front city) yang digadang-gadangkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sejak era kepemimpinan Bupati Lamsel Ricko Menoza, nampaknya hingga kini masih jalan ditempat.

Padahal, diera kepemimpinan terdahulu, Pemkab Lamsel sudah berencana akan mengembangkan objek wisata kuliner Dermaga Bom Kalianda serta kawasan pesisir pantai Kalianda dan sekitarnya menjadi water front city di Kalianda. Tujuannya, agar Kalianda yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Lamsel bisa menjadi tempat tujuan wisata atau rekreasi yang menarik bagi masyarakat.Tapi sayang, hingga kini program tersebut belum juga bisa terwujud.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan  (Disparbud) Lamsel Yuda Sukmarina mengatakan, untuk mewujudkan program water front city tersebut tentunya membutuhkan kerjasama dan peran serta semua pihak, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir yang memang bersentuhan langsung dengan objek wisata pantai.

BACA :  Unjuk Tari “Petik Kupi” di FKY 2019

“Program water front city tersebut bukan jalan ditempat, tapi masih dalam proses, seperti upaya-upaya pendekatan dengan masyarakat untuk memberikan masukan serta dampak-dampak postif yang akan dihasilkan kedepannya jika program water front city tersebut terwujud,” ujar Yuda Sukmarina kepada Radar Lamsel di ruang kerjanya, Kamis (5/7) kemarin.

Yuda mengaku, untuk bisa mewujudkan program tersebut, hingga kini pihaknya selaku dinas yang mengurusi soal kepariwisataan di kabupaten gerbang krakatau ini masih terus berupaya secara marathon memberikan sosialiasi tentang program water front city tersebut kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok sadar wisata yang ada ditiap-tiap kecamatan.

BACA :  Kemenag RI Kepincut Hikayat Rakyat Lamsel

“Kami masih terus melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat dalam rangka memberikan masukan terkait dampak-dampak postif yang natinya bakal ditimbulkan dengan adanya water front city tersebut,” ungkapnya.

Yuda pun menjelaskan, dengan hadirnya water front city di Kabupaten Lampung Selatan, tentunya secara perlahan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di sekitar objek-objek wisata air seperti di kawasan pesisir Kalianda dan Rajabasa. “Nanti masyarakat sekitar bisa mendapatkan penghasilan dari berjualan baik itu berupa makanan ataupun pernak-pernik dan aksesoris yang bisa dibawa pulang para wisatawan yang berkujung ke objek wisata air sebagai oleh-oleh,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN