Tak Diangkut, Bau Busuk Sampah Jadi Keluhan Warga dan Pedagang

459

PENENGAHAN – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Pasar Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menimbulkan bau tak sedap. Bau tak sedap yang berasal dari tumpukan sampah menjadi keluhan pengunjung dan pedagang dipasar tradisional tersebut.

Masalah lain yang menjadi penyebab menggunungnya sampah di TPS Pasar Pasuruan adalah minimnya aktivitas pengangkutan. Sehingga menimbulkan keluhan dari pengunjung dan pedagang yang berjualan dekat lokasi TPS itu.

Salah satu warga yang tinggal disekitar Pasar Desa Pasuruan, Yivi (35) mengatakan bahwa pengangkutan sampah jarang di lakukan secara rutin. Dia mengatakan minimnya aktivitas pengangkutan sebulan sekali dinilai menjadi penyebab timbulnya bau tak sedap. “Kalau enggak salah setaip bulan. Baunya tidak sedap ya wajar, wong sampahnya sudah numpuk-numpuk begitu,” katanya kepada Radar Lamsel, Sabtu (17/2) lalu.

BACA :  Rp 10 M Siap Bebaskan Lahan Huntap

Menurutnya, sampah yang menumpuk di TPS Pasar Desa Pasuruan harus segera di angkut. Jika itu tak dilakukan, ia khawatir bau dari sampah tersebut akan berdampak yang tak baik bagi kesehatan warga dan pedagang yang tinggal dilokasi pasar. “Bisa saja kan (menimbulkan penyakit), kemudian warga, pedagang dan pembeli di pasar ini tidak nyaman lagi,” katanya.

Salah satu pedagang di Pasar Desa Pasuruan, Ana (37) mengaku sudah tak cukup nyaman berjualan dengan kondisi bau menyengat yang berasal dari TPS tak jauh dari tempatnya berjualan. “Tapi mau bagaimana lagi, tahan-tahan saja dulu. Saya juga tidak bisa marah karena itu memang lokasi TPS nya,” katanya.

BACA :  Urine Anggota Satpol PP dan Damkar Dicek

Menurutnya, bau menyengat dari TPS Pasar Desa Pasuruan itu tercium karena tumpukan sampah yang jarang di bersihkan. “Yang bau-bau itu sampah rumah tangga, soalnya masyarakat juga ikut membuang sampahnya disini,” ujarnya.

“Harapan saya semoga dinas dan instansi terkait bisa mendengar keluhan kami, dan sampah-sampah ini bisa di bersihkan. Kalau bisa secara rutin,” harapnya. (rnd)

BAGIKAN