Tambal Jalan Provinsi dengan Gotong Royong

495
Idho Mai Saputra – Camat Kalianda Erdiansyah, SH., MM., gotong royong bersama warga menambal jalan provinsi di Desa Kedaton, kemarin.

KALIANDA – Budaya gotong-royong terus digelorakan kembali oleh Pemerintah Kecamatan Kalianda. Itu dilakukan untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan antar sesama warga di ibu kota Kabupaten Khagom Mufakat ini.
Seperti yang dilakukan Minggu (5/2) kemarin. Camat Kalianda Erdiansyah, SH., MM., gotong-royong bersama masyarakat menambal jalan provinsi yang bolong di wilayah Desa Kedaton, Keluraham Wayurang dan Kalianda.
Menurut Erdi, gotong-royong merupakan tradisi masyarakat Indonesia yang harus terus dipertahankan. Dia meyakini, berbagai persoalan bisa diselesaikan dengan cara bersama-sama.
“Ini salah satu bentuk kesadaran masyarakat yang perduli akan daerahnya. Jalan bolong merupakan salah satu permasalahan yang harus diselesaikan. Maka, kami bersama warga bergotong-royong menambal jalan provinsi ini dengan cor beton,”ujar Erdi disela kegiatan, kemarin.
Penambalan jalan provinsi yang bolong tersebut, tambahnya, merupakan aspirasi masyarakat. Sebab, mereka menilai banyak musibah yang terjadi akibat kondisi jalan yang telah rusak dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
“Kita buktikan jika warga tidak selalu menyalahkan pemerintah akibat kondisi jalan yang rusak. Ini bentuk solidaritas masyarakat yang ingin melihat daerahnya maju dan berkembang. Mudah-mudahan, langkah gotong-royong ini bisa disambut oleh pemerintah provinsi dengan memperbaiki jalan-jalan provinsi yang ada di kabupaten,”imbuhnya.
Selain menambal jalan bolong, lanjutnya, gotong-royong tersebut juga dilanjutkan dengan membersihkan got atau parit yang berada di bahu jalan provinsi Lingkungan Rawa Mangun, Kelurahan Kalianda. Sebab, kondisi parit tersebut mampet dan menyebabkan banjir apabila turun hujan deras.
“Kami akan terus memberikan semangat kepada warga untuk menggencarkan budaya gotong-royong. Minimal, bisa dilakukan sekali dalam seminggu. Baik itu membersihkan lingkungan tempat tinggal hingga tempat-tempat umum,”pungkasnya. (idh)

BACA :  Desa Harus Miliki 3 Pilar Untuk Jaga Konflik
BAGIKAN