Tanggul Sebagai Tumpuan Masyarakat Sinar Pasemah

Tanggul Sebagai Tumpuan Masyarakat Sinar Pasemah

1114
0
BERBAGI
Lokasi tanggul jebol berbatasan dengan Kabupaten Lampung Timur.

CANDIPURO – Berada paling ujung dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lampung Timur, Desa Sinar Pasemah, Kecamatan Candipuro yang memiliki area persawahan seluas 470 hektar menjadikan tanggul sebagai tumpuan bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

Bagaimana tidak, aliran sungai Way Katibung yang memisahkan Lamtim dan Lamsel kerap menimbulkan bencana banjir akibat tanggul yang jebol. Ya, sudah bukan hal aneh bagi masyarakat Sinar Pasemah jika ratusan hektar sawah gagal panen karena terendam banjir.

Harapan agar tanggul cepat diperbaiki oleh pemerintah merupakan mimpi seluruh masyarakat yang notabennya berprofesi sebagai petani.

Kepala Desa Sinar Pasemah Puji Purwantoro Junaidi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kegelisahan masyarakat selama ini akan hilang jika tanggul penangkis yang jebol beberapa bulan lalu dapat direalisasikan pada 2017 mendatang.

“Perbaikan permanen tentunya akan menghilangkan rasa takut akan datangnya banjir. Dengan tanggul yang kuat tentunya bisa sedikit mengurangi rasa khawatir yang selama ini kami rasakan,” kata Puji Purwantoro saat ditemui Radar Lamsel diruangannya, Kamis (8/12) kemarin.

Dikatakannya, selama ini masyarakat masih dihantui rasa ketakutan diseababkan banjir yang melanda tiap tahunnya. Alhasil, ratusan hektar tanaman padi dan cabai gagal panen.

“Jika terus-terusan seperti ini tentu masyarakat Sinar Pasemah memiliki kekhawatiran yang mendalam. Bayangkan saja, cabai dan padi yang siap panen terpaksa harus direlakan oleh petani akibat terendam banjir,” beber Puji Purwantoro.

Orang nomor satu di Sinar Pasemah itu juga mengharapkan, pemerintah terketuk hatinya untuk peduli terhadap masalah yang selama ini membelenggu Sinar Pasemah. Dengan perbaikan permanent pada 2017 mendatang merupakan kabar gembira bagi penduduk setempat.

“Ribuan terima kasih jika pembangunan tanggul segera direalisasikan pada 2017. Dengan begitu petani tidak perlu khawatir saat musim hujan tiba,” ujar ayah tiga orang anak itu.

Lebih lanjut Kades ke-4 sejak Sinar Pasemah menjadi desa defenitif itu mengatakan kondisi saat ini mayoritas petani masih enggan melakukan percepatan tanam. Hal itu disebabkan oleh kekhawatiran tanggul yang kembali jebol.

“Musim hujan seharusnya menjadi berkah bagi para petani umumnya, namun di Sinar Pasemah hal itu menimbulkan ketakutan akan datangnya banjir. Mudah-mudahan di 2017 kekhawatiran itu benar-benar hilang dan petani kembali bisa menghasilkan panen yang melimpah,” tandasnya. (ver)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY