Terapkan K13 Tahun Depan, Puluhan Guru Ikuti Diklat

1094
Veridial – Diklat guru sasaran Kurikulum 2013 dilaksanakan di SMAN 1 Sidomulyo dan diikuti 72 guru mata pelajaran Sosiologi dan Fisika utusan dari berbagai sekolah yang ada di Provinsi Lampung, Rabu (18/5).

SIDOMULYO – Penerapan Kurikulum 2013 (K13) mulai disosialisasikan terhadap sekolah-sekolah yang belum menerapkan K13 di Kecamatan Sidomulyo, Rabu (18/5).
Di SMAN 1 Sidomulyo setidaknya puluhan guru dari berbagai kabupaten yang ada di Provinsi Lampung mengikuti diklat yang diadakan oleh instruktur K13.
Penanggung Jawab Tempat Pelatihan Kurikulum (TPK) Sapto Edi Susetyo, M.Pd, mengatakan diklat berlangsung selama satu Minggu (16 -21/5). “Ini merupakan gelombang kedua. Karena gelombang pertama sudah dilaksanakan,” kata dia kepada Radar Lamsel, Rabu (18/5).
Dijelaskannya, tujuan pelatihan guru-guru ini agar lebih memahami dan bisa menerapkan K13 terhadap peserta didik. “Untuk lebih mematangkan kemampuan guru dalam penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Pelatiahan gelombang kedua ini sambungnya diikuti oleh 72 guru dari tiap-tiap kabupaten yang ada di Provinsi Lampung. “Terdiri dari 38 guru mata pelajaran sosiologi dan 34 guru mata pelajaran fisika,” katanya lagi.
Kegiatan pelatihan guru-guru ini meliputi materi yang berkaitan dengan K13 yaitu, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Penilaian, dan Metode Pembelajaran. “Semua yang menyangkut materi K13 disampaikan dalam diklat,” ungkapnya.
Penggunaan K13 ini mulai diterapkan kembali, setelah sebelumnya masih menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). “Sebelumnya memang beberapa sekolah masih menganut KTSP, namun target ditahun ajaran mulai menerapkan kemabali K13,” ujar dia.
Namun saat disinggung keunggulan Kurikulum 2013, Sapto menjelaskan bahwa, keunggulan K13 ini mengharuskan murid lebih kreatif, inovatif, dan mandiri dalam pembelajaran. “Siswa dituntut harus inovatif, kreatif, dan mandiri. Bisa dikatakan dengan istilah jemput bola,” kata dia.
Dengan peran katif siswa dalam KBM, maka guru dalam hal ini, hanya memberikan garis besar materi yang akan disampaikan. Selanjutnya para siswa ataupun peserta didik harus mengembangkannya. “Dalam K13, guru cukup menjelaskan garis-garis besarnya saja. Setelah itu peserta didik mengembangkannya dan tetap dalam pantauan guru,” katanya lagi.
Dalam kegiatan itu instruktur didatangkan dari SMAN 10 Bandar Lampung dan SMAN 1 Kedondong. “Masih akan berjalan hingga Sabtu mendatang. Dan mudah-mudahan guru yang mengikuti pelatihan, dapat menerapkan K13 dengan baik di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (ver)

BACA :  Eksistensi Kaum Perempuan pada Peringatan Hari Ibu
BAGIKAN