Thomas: Siswa Korban Tsunami Harus Tetap Semangat untuk Belajar

123

KALIANDA – Libur sekolah sudah hampir usai. Tidak lama lagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diseluruh sekolah di Kabupaten Lampung Selatan akan dimulai.

          Bagaimana dengan nasib para pelajar diwilayah Kecamatan Rajabasa yang gedung sekolahnya hancur akibat diterjang tsunami beberapa waktu lalu?, apakah mereka bisa kembali bersekolah atau tetap melanjutkan liburnya dirumah atau ditempat-tempat pengungsian karena tempat belajarnya rusak?.

          Dinas Pendididikan (Disdik) Lampung Selatan selaku instansi yang mengurusi soal dunia pendidikan di kabupaten gerbang krakatau ini nampakya tidak diam begitu saja dengan persoalan tersebut. Disdik telah mengambil langkah-langkah antisipasi untuk kelanjutan pendidikan anak-anak korban tsunami agar para generasi penerus bangsa itu bisa tetap bersekolah seperti siswa-siswi lainnya.

BACA :  Ingin Punya Mobil Banyak, Lapor ke Plt. Bupati Sepatu Kebesaran

          Kepala Disidik Lamsel Thomas Amirico mengatakan, pihaknya telah menyiapkan ruang belajar untuk siswa sekolah yang terkena bencana tsunami, khususnya yang tinggal di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

          “Berdasarkan hasil pendataan kami, siswa sekolah dasar di Desa Kunjir yang terkena bencana tsumani jumlahnya mencapai 316 orang, itu semua adalah siswa dari SDN 2 Kunjir. Saat masuk sekolah nanti mereka tetap bisa bersekolah bergabung di SDN 1 Kunjir. Ruangannya sudah kami siapkan kok. Meski SDN 1 Kunjir terkena dampak tsunami tapi bangunanya masih bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” ujar Thomas Americo kepada Radar Lamsel, Kamis (3/1) kemarin.

BACA :  Organisasi Ekstra Bukan Organisasi Ekstrimis!

          Selain menyiapkan ruang belajar bagi siswa SD di Desa Kunjir, lanjut Thomas, pihaknya juga akan menyiapkan tempat belajar darurat khusus untuk siswa korban tsunami yang saat ini masih berada di tempat pengungsian lapangan Tenis Indoor Kalianda.

          “Dan bagi siswa korban tsunami yang mengungsi di desa-desa tetangga, untuk sementara dititipkan ke sekolah-sekolah yang berdekatan dengan tempat pengungsiannya. Untuk peralatan sekolahnya juga sudah kami siapkan dan akan segera dibagikan. Kami berupaya mencarikan solusi terbaik, jangan sampai anak-anak korban tsunami putus sekolah, mereka harus tetap semangat untuk belajar,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN