Tidak Libur, Partisipasi Pilkades Diprediksi Kurang

95
Ilustrasi Pilkades

TANJUNG BINTANG – Sejumlah Panitia Pemilihan kepala desa (Pilkades) di Kecamatan Tanjung Bintang tidak yakin partisipasi pemilih akan mencapai 90 persen, apalagi pencoblosan dilakukan saat hari kerja. 

Salah satunya yang disampaikan Ketua Panitia Pilkades Jati Indah Sugus Antony bahwa tingkat partisipasi pemilih didesanya paling tinggi 80 persen itupun karena beberapa faktor salah satunya saat hari pencoblosan diliburkan. “Kalau pilpres atau pilgub kan diliburkan saat nyoblos, jadi wajar partisipasinya lebih dari 80 persen,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Selasa (25/6)

BACA :  Tanjung Bintang Prepare Bangun RS

Menurutnya, mayoritas pemilih di Desa Jati Indah adalah petani dan pekerja baik itu diperusahaan swasta maupun di instansi pemerintahan sehingga sulit jika harus meninggalkan pekerjaannya untuk mencoblos. “Kemungkinan 70 persen dari DPT (Daftar Pemilih Tetap) bisa menggunakan hak pilihnya,” ucapnya. 

Ia menilai akan sulit jika harus memaksa masyarakat yang bekerja untuk ikut mencoblos, apalagi yang bekerja di perusahaan industri. “Banyak juga yang bekerja di pabrik karena memang kawasan tanjung bintang merupakan kawasan industri,” tuturnya. 

BACA :  Pinjam Pekarangan untuk Tanam Sayuran

Meski demikian, ia bersama rekan panitia lainnya tetap berupaya agar partisipasi pemilih mencapai 90 persen. “Mobil jemputan kami siapkan, sosialisasi dari pintu kepintu kami lakukan bahkan setiap pertemuan kami sampaikan agenda pilkades ini,” terangnya. 

Sementara Plt. Camat Tanjung Bintang Hendry Hatta membenarkan tidak adanya libur saat hari pencoblosan. “Memang sudah diprediksi panitia akan kesulitan mengajak masyararakat ikut mencoblos karena hari kerja, utamanya wilayah yang berada didekat pabrik,” pungkasnya. (Kms)

BAGIKAN