Tidak Suka Kolang-Kaling

783

SIAPA yang tak tahu kolang-kaling? Makanan yang diolah dari pohon aren ini menjadi pelengkap setiap bulan ramadhan. Karena berasa kenyal dan banyak mengandung air, banyak orang yang menyukai makanan yang kerap diolah menjadi menu berbuka ini.

Tetapi tidak dengan Tutur Wulandari. Muli kelahiran Desa Sumber Agung, Kecamatan Waysulan ini blak-blakan mengaku tak menyukai kolang-kaling.

Meski olahan kolang-kaling beraneka ragam rasa dan warna dia tetap tak menyukainya. Gadis yang lahir pada 23 Juni 1997 ini tak menyukai kolang-kaling karena alasan rasanya yang tawar dan berasa kenyal saat dikunyah.

BACA :  Kerja Nyata Mahasiswa Darmajaya Dinanti 3 Kecamatan

Wah, kolang-kaling? Aku malah nggak suka mas. Rasanya itu lho yang bikin aku kurang suka dengan kolang-kaling,” ujar Tutur Wulandari saat berbincang dengan Radar Lamsel di Kalianda, Selasa (13/6), kemarin.

Dikatakanya, meski ia menyukai banyak macam manisan buah, tapi untuk buah yang satu ini ia tetap akan menolak untuk mencicipinya. Walaupun manisan kolang-kaling kerap dihidangkan dengan aneka macam warna yang bikin siapapun ngiler untuk mencicipinya.

BACA :  Menghadap Laut 2.0 Telurkan Diskusi Wisata

“Mau diwarnai apa aja dan dicampur buah apa saja, kalau manisan itu bahan dasarnya kolang kaling, saya tetap tidak akan tergoda untuk mencicipinya,” pungkas gadis berjilbab ini. (iwn)

BAGIKAN