Tiga Proyek Tertunda Pembangunannya

212
Kemas Yogi - Kondisi gedung PGRI dan UPTD Pendidikan Kecamatan Jati Agung terpantau tidak lagi difungsikan.

NATAR – Tiga dari 35 paket proyek pembangunan tahun 2018 di Kecamatan Natar tertunda pelaksanaannya. Hal itu disebabkan keterlambatan tender yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. 

Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Dinas (UPTD) Pengujian Konstruksi Bangunan Kecamatan Natar Desfiansyah menjelaskan, ketiga proyek tersebut diantaranya jalan pendukuan takwa, Desa Natar, jalan Almubarokah Desa Merak Batin dan jalan perum polri Desa Hajimena.

“Tahun 2018 Dinas PU Lampung Selatan telah menyelesaikan 32 paket pembangunan dari 35 paket yang masuk untuk wilayah Kecamatan Natar. Yakni, 31 paket proyek pembangunan jalan dan satu jembatan,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Sabtu (2/2). 

BACA :  2019, Desa Candimas Bangun Sembilan Jalan

Ia menambahkan, gagalnya tiga proyek tersebut bukan karena keterlambatan pekerjaan secara fisik melainkan kesalahan pelelangan. “Kami berharap tahun 2019 ini tiga proyek itu kembali dianggarkan,” harapnya.

Pria yang akrab disapa Desfi ini menambahkan, dari 31 pembangunan jalan itu pihaknya telah menyelesaikan lima ruas jalan kabupaten dan 26 jalan lingkungan. “Alhamdulillah semua selesai tepat pada waktunya,” ujar dia.

BACA :  Ribuan Warga Hajimena Ikuti Jalan Sehat

Untuk ahun 2019, sambung dia, hingga saat ini belum diketahui jumlah proyek pembangunan yang akan dikerjakan di Kecamatan Natar. “Nanti mungkin pas Musrenbang baru kita tahu jumlah pekerjaan di Kecamatan Natar,” pungkasnya.

Terkait wacana satu desa satu paket proyek pembangunan, dirinya mengaku tidak yakin bisa dilakukan. Sebab tahun 2019 akan ada penurunan jumlah pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Natar. “Oh, kalau itu belum tahu, tapi saya kira akan lebih sedikit dari tahun 2018,” terangnya. (CW1)

BAGIKAN