Tiga Rumah Rata Dengan Tanah, SDN 2 Bandaragung Rusak Parah

546
Shofyan Apriyansyah – Beginilah kondisi gedung SD Negeri 2 Bandaragung, Kecamatan Sragi yang rusak parah. Atap gedung lepas akibat dihempas angin puting beliung, kemarin.

SRAGI – Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi porak-poranda. Penyebabnya, angin puting beliung menerjang wilayah yang berada dipinggiran pantai timur sekitar pukul 22.10 WIB, Selasa (9/8).
Angin kencang disertai hujan dan petir merusak puluhan rumah warga dan fasilitas umum seperti Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bandaragung, tempat pendidikan alqur’an dan gedung pelelangan ikan.
Peristiwa yang begitu cepat membuat masyarakat panik. Warga berhamburan keluar rumah ketika mengetahui angin kencang dari arah laut. Angin puting beliung terjadi sekitar 10 menit itu meluluh lantakkan tiga rumah hingga rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Tiga warga yang rumahnya rubuh rata dengan tanah adalah Satam (37), Maskin (40) dan satu rumah warga yang belum diketahui pemiliknya.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, Rabu (10/8) kemarin, sebanyak 42 rumah warga rusak ringan dan tiga rumah warga rusak berat. Sedangkan fasilitas umum yang rusak adalah tiga ruang kelas dan satu ruang Perpustakaan, SDN 2 Bandaragung. Fasilitas umum lainnya yang rusak adalah TPA Dusun Kualajaya, Desa Bandaragung dan gudang pelelangan ikan. Hingga Rabu pagi kemarin, warga yang menjadi korban angin puting beliung sibuk membersihkan rumah mereka masing-masing.
Sementara itu, pihak sekolah SDN 2 Bandaragung tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) seperti biasa namun pihak sekolah membagi jam belajar. Untuk kelas 1,2 dan 3 belajar mulai pagi sampai pukul 10.00 WIB. Sedangkan kelas 4,5 dan 6 masuk dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.
Satam, pemilik rumah rubuh mengatakan, peristiwa terjadi berawal hujan disertai angin kencang. Menurutnya, angin bertiup kencang dari arah laut ke daratan. “Angin begitu kencang sampai rumah bergetar. Tidak lama, angin yang terus beritup dengan kuat akhirnya merubuhkan rumah saya. Saat kejadian saya sedang berada didalam rumah melindungi anak dan istri. Beruntung saya, anak dan istri selamat,” tutur Satam.
Rumah Satam yang terbuat dari papan dan beratap asbes rubuh total. Tak ada barang-barang yang bisa diselamatkan. “Saya tertimpa puing-puing bangunan seperti kayu dan atap rumah sambil mendekap anak yang baru berumur 1 tahun dan istri saya. Tidak lama kemudian, warga datang menolong mengeluarkan saya dan keluarga dari reruntuhan rumah,” kata Satam.
Rubangi (45), warga lainnya mengatakan, dirinya menyaksikan datangnya angin puting beliung yang melanda dusunnya. Rubangi yang juga penjaga SDN 2 Bandaragung ini mengaku, melihat angin puting beliung setinggi 7-8 meter dengan warna hitam pekat.
“Saya sempat keluar rumah melihat keadaan diluar rumah. Saat itu saya melihat angin puting beliung setinggi 7-8 meter hitam pekat. Saya langsung mengajak anak dan istri keluar rumah. Angin puting beliung itu menghantam gedung sekolah terlebih dulu kemudian merusak rumah saya,” tuturnya.
Mendengar terjadi bencana angin puting beliung di Dusun Kualajaya, Kepala Desa Bandaragung Syamsul Anwar bersama aparat pemerintah Kecamatan Sragi turun langsung kelokasi. “Warga yang rumahnya rubuh total untuk sementara diungsikan kerumah keluarganya terdekat. Setelah mengetahui kejadian itu, kami langsung laporkan ke pemerintah kecamatan dan kabupaten,” katanya.
Lebih lanjut Syamsul Anwar mengatakan, aparatur desa bersama pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel melakukan pendataan rumah-rumah warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung.
“Berdasarkan data sementara, rumah-rumah warga yang rusak ringan sekitar 42 rumah, tiga rumah rusak total, satu gedung SDN 2 Bandaragung, gedung TPA dan gudang pelelangan ikan,” katanya.
Sementara itu, Pemkab Lampung Selatan langsung bergerak kelokasi musibah. Para warga yang menjadi korban langsung didata dan diberikan bantuan.
Pantauan Radar Lamsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel sejak pagi sudah dilokasi. Dengan didampingi oleh Pemerintah Kecamatan dan aparatur desa setempat, BPBD langsung menyambangi warga yang tertimpa musibah.
Sekaligus mendata rumah warga dan fasilitas umum yang rusak, akibat diterjang bencana angin puting beliung. Bukan hanya itu, BPBD juga memberikan paket bantuan berupa paket kesehatan keluarga, paket kesehatan perlengkapan bayi dan balita dan paket makanan siap saji kepada para korban.
Kepala BPBD Lamsel Muhammad Darmawan mengatakan, upaya penaggulangan bencana sementara ini difokuskan kepada warga yang tertimpa musibah. BPBD memberikan bantuan berupa paket kesehatan keluarga dan makanan siap saji.
“Penaggulangan pertama kami (BPBD’red) dengan dibantu oleh Kecamatan dan desa setempat memberikan paket bantuan. Utamanya ditujukan kepada warga yang menjadi korban bencana,” ujar Darmawan saat diwawancarai wartawan kemarin.
Dia juga mengaku bersyukur bencana puting beliung yang dahsyat tidak menelan korban jiwa. “Alhamdulilah, tidak ada korban jiwa. Meski puluhan rumah rusak,” ungkap dia.
BPBD Lamsel kata Darmawan, akan berkoordinasi kepada jajaran satuan kerja terkait upaya dan langkah penanggulangan bagi warga dan fasilitas umum yang rusak tersebut.
“Kami akan melaporkan musibah yang menimpa warga ini kepada Pemkab Lamsel serta berupaya untuk berkoordinasi kepada instansi terkait untuk langkah penaggulangan secara maksimal,” pungkasnya. (yan)

BACA :  Mundur Bukan Berarti Tunggakan Lunas!
BAGIKAN