Tim BP3 Tegal Latih Nelayan Kalianda

511
Iwan J Sastra – Tim BP3 Kabupaten Tegal saat memberikan pelatihan tentang cara membuat alat tangkap jenis rawai dasar kepada para nelayan Kalianda di aula pertemuan PPI Dermaga Bom, Sabtu (6/5), kemarin.

KALIANDA – Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BP3) Kabupaten Tegal memberikan pelatihan khusus kepada 15 nelayan Kalianda tentang tatacara penggunaan alat tangkap ramah lingkungan jenis rawai dasar di aula pertemuan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) dermaga Bom Kalianda, Sabtu (6/5).

Nelayan yang mendapatkan pelatihan tersebut adalah para nelayan yang terkena dampak dari Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan RI tentang larangan penggunaan alat tangkap jenis Cantrang dan Pukat Hela.

Ketua Tim Pelatihan BP3 Tegal Ibnu Maulana, S. St. Pi mengatakan, permen KP No.2 Tahun 2015 yang sudah diperbahrui dengan Permen KP No.71 Tahun 2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan Indonesia, sudah seharusnya disosialisasikan kepada para nelayan di Indonesia, khususnya nelayan yang ada di wilayah kabupaten Lamsel.

“Itu dimaksudkan agar para nelayan tidak melanggar segala bentuk peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam setiap menjalankan aktivitas penangkapan ikan di wilayah perairan laut,” ujar Ibnu Maulana kepada Radar Lamsel saat ditemui usai acara pelatihan.

BACA :  Nanang Ermanto Minta KH. Syarif Rahmat Mendo'akan Lamsel

Diungkapkannya, diberikannya pelatihan tentang tata cara penggunaan alat tangkap jenis rawai dasar yang ramah lingkungan ini, tidak lain hanya untuk meningkatkan kapasitas para  nelayan di Lampung Selatan.

“Selain dibekali materi tentang tatacara merakit alat tangkap rawai dasar, peserta pelatihan juga kami berikan pengetahuan tentang pengoperasian rawai dasar yang meliputi perencanaan operasional penangkapan ikan, serta cara melukiskan posisi kapal dengan menggunakan alat Global Positioning System (GPS),” ungkapnya.

Dengan diberikannya pelatihan ini, lanjut Ibnu Maulana, diharapkan para nelayan akan terus membiasakan diri menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan ini dalam setiap melakukan penangkapan ikan di wilayah periaran laut Kalianda dan sekitarnya.

BACA :  Bantuan Korban Tsunami di Lamsel Terus Mengalir

“Menangkap ikan dengan menggunakan alat ramah lingkungan seperti rawai dasar, jaring, maupun pancing,  maka secara perlahan para nelayan akan meniggalkan kebiasaan buruk yakni melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bom atau bahan peledak yang dapat merusak lingkungan dan ekosistem sumber daya laut,” katanya.

Ibnu menambahkan, dalam kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari itu, para peserta juga diberikan materi tentang kebijakan pembangunan perikanan tangkap di wilayah Lampung Selatan, manajemen kelompok untuk  mengelola kegiatan kelompok, serta pertemuan kelompok dan koordinasi anggota kelompok dalam rangka menerima pembinaan dari petugas penyuluh perikanan sekaligus memberikan berbagai informasi tentang dunia kelautan.

“Mudah-mudahan berbagai ilmu pengetahuan yang sudah kami sampaikan dapat dicerna dan diterapkan oleh para peserta sendiri maupun juga ke sesama nelayan yang ada dilingkungan setempat,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN