Tim KO-KI: Masyarakat Sudah Pintar dan Tidak Mudah di Provokasi

779
Ist – Calon Bupati Lamsel H. Rycko Menoza. SZP menyampaikan program kerjanya selama memimpin Lamsel lima tahun terakhir dan program kerja kedepan jika terpilih kembali memimpin Lamsel dihadapan masyarakat saat menggelar kampanye dialogis.

KALIANDA – Tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan H. Rycko Menoza. SZP – H. Eki Setyanto meradang. Pasalnya, hasil pembangunan yang sudah berjalan di klaim bukan kinerja mantan bupati dan wakil bupati lima tahun terakhir.
Ini terkait pemasangan spanduk pembangunan jalan poros mengatasnamakan masyarakat. Dalam spanduk itu, memutarbalikan fakta dan memprovokasi masyarakat seolah-olah program jalan poros itu bukan program yang di gagas dan dikerjakan selama kepemimpinan Rycko Menoza. SZP.
Ketua Komisi C DPRD Lampung Selatan Hipni menyatakan, pembangunan jalan poros penghubung kecamatan merupakan program yang digagas oleh Calon Bupati Lampung Selatan Rycko Menoza. SZP saat memimpin lima tahun terakhir.
Hipni menegaskan, aksi provokasi lawan politik Rycko Menoza yang memutarbalikan fakta dengan mengatasnamakan masyarakat memasang spanduk di jalan poros Kecamatan Merbaumataram untuk memprovokasi masyarakat seolah-olah jalan poros bukan program yang digagas dan dikerjakan semasa kepemimpinan Rycko Menoza. SZP.
“Spanduk tersebut berisi ucapan terima kasih kepada Pj Bupati Lampung Selatan Kherlani yang seolah-olah telah membangun jalan poros dalam kurun waktu tiga bulan ini,” kata Hipni, Rabu (25/11).
Menurutnya, pembangunan jalan poros merupakan pembangunan “multi years” melalui berbagai tahapan dari tahun 2013 sepanjang 170 kilometer yang melintasi kecamatan di Lampung Selatan. Dikatakan, pembangunan dilaksanakan pada tahun 2014 untuk wilayah timur, kemudian dilanjutkan pada tahun 2015 untuk wilayah barat.
Lebih lanjut Hipni menjelaskan, latar belakang pembangunan jalan itu karena Lampung Selatan mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) berturut-turut pada tahun 2011-2012 dan pada tahun 2013 hingga mendapatkan suntikan dana pembangunan jalan poros itu.
“Pembangunan jalan tidak mudah dilakukan dengan waktu singkat. Tapi melalui proses panjang sebelum ditetapkan dan direalisasikan pembangunannya di masyarakat,” ujarnya.

BACA :  Dikawal Ratusan Orang, Enggung Sisir Tiga Parpol

Sementara itu mantan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Lampung Selatan Periode 2009-2014, Agus Sutanto menyatakan, pembangunan jalan poros dibahas pada tahun 2013 saat Rycko Menoza. SZP memimpin Kabupaten Lampung Selatan.
Sebagai Tim Pemenangan Rycko Menoza. SZP – Eki Setyanto (KO-KI), ia menyatakan pihaknya menanggapi datar atas spanduk yang membohongi dan membodohi masyarakat itu.
Menurut Agus Sutanto, lawan politik tidak mau mengakui bahwa selama lima tahun Rycko-Eki telah terbukti nyata berbuat untuk pembangunan dan kemajuan masyarakat Lampung Selatan.
“Itu bentuk kegalauan dan keputusasaan lawan yang takut kalah dan tidak mampu bersaing lagi dalam menawarkan program kepada masyarakat,” tambah dia.
Ia menambahkan, masyarakat Lampung Selatan sudah cerdas dan mengetahui kalau jalan poros adalah program yang digagas sejak kepemimpinan putra sulung mantan gubernur Lampung Sjachroedin. ZP sehingga masyarakat tidak perlu lagi dibohongi dengan sapanduk seperti itu.
“Masyarakat jangan mudah terprovokasi dan mudah dibodohi oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab itu. Akan tetapi justeru semakin merapatkan barisan dengan menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkasnya. (man)

BACA :  Serius Nyalon Bupati, M. Nasir Siap Tinggalkan Kursi DPRD
BAGIKAN