Tingkat Pelayanan Medis Puskesmas Terus di Geber

12
Kepala Dinas Kesehatan dr. Jimmy B. Hutapea, MARS

KALIANDA – Dinas Kesehatan Lampung Selatan terus melakukan evaluasi rutin dalam hal pelayanan medis di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Hal ini dilakukan agar tingkat kesehatan masyarakat di Kabupaten Khagom Mufakat ini semakin baik.

Terlebih, pelayanan medis menjadi salah satu indikator predikat akreditasi yang wajib dipenuhi Puskesmas. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan dr. Jimmy B. Hutapea, MARS, Kamis (22/8) kemarin.

Menurutnya, evaluasi rutin yang dilakukan jajarannya adalah berupa pembinaan dan pelayanan terhadap masyarakat. Sebab, puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam melayani masyarakat dibidang kesehatan.

BACA :  Desa Campang Tiga Tak Lulus Verifikasi ODF?

“Peningkatan mutu pelayanan kesehatan di puskesmas itu sangat penting untuk merubah pola pikir masyarakat yang terkadang menilai pelayanan di Puskesmas selalu kurang maksimal. Maka, kita terus melakukan evaluasi secara rutin agar mutu pelayanan medis di puskesmas semakin baik,” ungkap Jimmy dikantornya.

Dia menambahkan, peningkatan mutu pelayanan merupakan indikator penilaian dalam menuju Akreditasi Puskesmas. Maka, Puskesmas yang belum menyandang status akreditasi bisa terus berupaya dengan maksimal.

“Bahkan, tahun ini ada beberapa puskesmas yang akan meningkat status akreditasi dari madya ke paripurna. Artinya, tingkat pelayanan medis di beberapa puskesmas kita sudah baik dan hampir menyetarai rumah sakit jika menyandang status paripurna,” imbuhnya.

BACA :  Optimis Didukung Warga, Kades Negararatu Nyalon Bupati

Lebih lanjut dia mengatakan, peningkatan mutu dan pelayanan medis yang baik bisa terwujud apabila para tenaga medis menjalankan tugas sesuai fungsinya. Terlebih, dalam urusan pelayanan publik para petugas medis dituntut bersifat anger management. Dalam artian, bisa mengontrol tingkat emosional dalam berbagai situasi.

“Jadi tidak boleh marah terhadap pasien dalam kondisi apapun. Petugas medis harus sadar bahwa dia adalah seorang pegawai negara dalam urusan pelayanan publik. Dengan begitu, mutu peningkatan medis bisa terwujud,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN