Tingkatkan Kualitas, SMPN 1 Jati Agung Bentuk SPMI

7
Kemas Yogi - Suasana sosialisasi dan pelatihan SPMI serta pelatihan pembuatan soal HOTs dan e-Raport di SMPN 1 Jati Agung, Kamis (5/9).

JATI AGUNG – Di zaman teknologi saat ini, semua instansi berlomba-lomba untuk meningkatkan kualitasnya. Salah satunya dalam instansi pendidikan terutama di Kabupaten Lamsel. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Jati Agung meningkatkan mutu sekolah ataupun pendidikannya dengan menggunakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Hal itu diungkapkan Kepala SMPN 1 Jati Agung Dra Rd Emi Sulasmi, M.Pd dimana SPMI ini mampu menjawab permasalahan yang ada di instansi pendidikan. ”Ada beberapa standar, di antaranya standar kelulusan, standar proses, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar tenaga pendidik. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, di SMPN 1 Jati Agung ini ada sebuah sistem bernama Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dimana sistem ini termasuk kedalam standar pengelolaan,” ungkapnya, Kamis (5/9).

BACA :  Jati Agung Kejar PBB 100 Persen di Akhir Tahun

Selain dengan diterapkannya SPMI, kata dia, pihaknya juga melakukan upaya peningkatan kompetensi guru dan melakukan monitoring untuk mencapai mutu pendidikan SMPN 1 Jati Agung semakin baik, serta pendidikan berbasis STEM.

Pendidikan berbasis STEM ini juga sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi saat ini terutama bagi peserta didik di tingkat SMP. Dimana, pendidikan berbasis STEM ini menjembatani satu mata pelajaran tertentu dengan mata pelajaran lainnya.

BACA :  Desa Karangsari Bangun 1.300 Meter Jalan Rabat Beton

Ia mengatakan, Sebagai sekolah berpredikat model dan bermutu pihajnya berkewajiban untuk memberi imbas kepada sekolah-sekolah yang ada disekitarnya. Hal itu sesuai dengan arahan dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Lampung.

Beberapa sekolah mendapatkan sosialisasi dan penyusunan program untuk menjadi sekolah yang memiliki delapan standar nasional. “Ada banyak SMP yang ikut hari ini,” katanya.

Ia menambahkan, selain SPMI pihaknya juga menggelar pelatihan pembuatan soal HOTs, e-Raport dan Aplikasi SliMs. “Alhamdulillah 20 sekolah lebih dapat hadir kesekolah kami,” pungkasnya. (kms)

BAGIKAN