Transportasi Udara Semakin Jadi Tren Warga Lampung

451
ILUSTRASI

NATAR – Transportasi udara atau penerbangan semakin menjadi tren masyarakat Lampung ketika hendak berpergian. Tak heran ketika musim liburan pada hari terakhir kemarin (3/1). Bandara Radin Inten II, Natar, Lampung Selatan dipadati penumpang.
Selain efisiensi waktu, ternyata pilihan menggunakan pesawat terbang kini tak lagi terbilang mahal. Hal itu bila dibandingkan dengan transportasi darat atau laut yang memiliki selisih harga tak jauh berbeda. Alasan menghemat tenaga dan akomodasi dalam perjalanan juga menjadi faktor terus meningkatnya jumlah “penikmat” penerbangan.
Toni misalnya, mahasiswa salah satu perguruan tinggi negeri di Bandarlampung ini mengatakan ia memilih terbang dengan pesawat ketimbang harus berlama-lama melalui jalur darat dan laut saat hendak berlibur ke Jakarta.
“Ya, naik pesawat lebih cepat dan tidak menguras tenaga mas, untuk tingkat keamanan dalam perjalanan saya rasa pesawat masih yang teraman,” ujarnya ketika ditemui di depan loket salah satu maskapai penerbangan kemarin pagi.

Dia juga menyebutkan, saat ini harga yang ditawarkan tiap maskapai cenderung semakin murah tak jauh dari harga angkutan umum via darat seperti Bus dan mobil travel. “Selisih hanya Rp100-200 ribu sudah bisa menghemat tenaga dan biaya makan di perjjalanan. Kalau dihitung-hitung sama saja mas,” urainya.

Kisah senada dilontarkan, Desti (34). Ibu muda anak satu ini mengungkapkan, ia bersama keluarga belakangan ini selalu menggunakan jalur udara ketika ke luar Lampung. Menurutnya, selain lebih praktis, terbang menggunakan pesawat komersil juga memberikan kenyamanan terlebih untuk buah hatinya yang masih balita. “Kalau kelamaan di jalan kasihan anak saya masih kecil. Ya sekarang kan dari lampung sudah banyak maskapai dan rute penerbangan, jadi sekarang lebih mudah,” bebernya.

Desti menambahkan, menggunakan pesawat terbang juga dirasa lebih aman dari tindak kejahatan di jalan seperti copet dan sebagainya. “Karena saya pernah kehilangan barang dan uang saat menggunakan Bus. Pokoknya, saya trauma kalau naik angkutan darat, badan juga capek di perjalanan,” tandasnya.

Memang, Bandara Radin Inten II saat ini bisa dikatakan tak pernah sepi penumpang. Hal ini selain minat masyarakat yang semakin tinggi untuk berpergian via udara selain itu banyaknya maskapai dan rute penerbangan ke berbagai wilayah menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan intensitas dan kuantitas penumpang. Masyarakat juga harus booking lebih awal untuk tiket pesawat ketika memasuki libur panjang atau hari-hari besar apabila tak ingin gigit jari karena kehabisan tiket pesawat. (Rdo)

BAGIKAN