Tumpukan Sampah Dikeluhkan Pedagang

359
Iwan J Sastra – Tumpukan sampah di pinggir jalan perbatasan antara Kelurahan Kalianda dan Way Urang (samping Telkom Kalianda, red), dikeluhan banyak warga, karena menimbulkan aroma busuk.

KALIANDA – Tumpukan sampah di saluran sungai yang berada disamping Kantor Telkom di Jalan Kesumabangsa Kalianda dikeluhkan.
Para pedagang makanan yang berjualan disekitar lokasi mengaku terganggu dengan bau sampah yang kurang sedap dan menggunung itu. Terlebih saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan, dan tumpukan sampah tersebut mulai dikerumuni lalat-lalat hijau.
Salah seorang pedagang, Rohman mengaku sampah tersebut sudah sejak lama menutupi sebagain aliran siring yang ada di sekitaran Kantor Telkom tersebut, hingga menggunung.
“Sudah tahu ini Jalan Protokol, kok dibiarkan saja sih sampah menumpuk berminggu-minggu. Tolonglah dibersihkan,” ungkap Rohman kepada Radar Lamsel, Kamis (18/8) kemarin.
Senada dikatakan Sri, pedagang sayur mayur yang tempat tinggalnya tidak jauh dari lokasi tempat menumpuknya sampah rumah tangga itu menuturkan, setiap hari warga sekitar harus rela mencium aroma busuk yang keluar dari tumpukan sampah.
Menurutnya, meski petugas kebersihan seringkali mengangkut sampah di siring jalan sekitaran Kantor Telkom Kalianda itu, namun sampah tetap saja terlihat menumpuk. Sebab katanya, petugas kebersihan tidak mengangkut semua sampah yang ada.
“Sering sih diangkuti oleh petugas kebersihan, tapi tidak semua dan sisa sampahnya paling juga dibakar oleh mereka (petugas kebersihan, red). Harusnya Dinas Kebersihan mendirikan tempat penampungan sampah atau memasang kontainer di lokasi itu, agar sampah yang dibuang warga tidak berserakan kemana-mana,” ungkapnya.
Aroma sampah busuk itu nampaknya tidak hanya dicium oleh para pedagang dan warga sekitar saja. Tetapi juga para pengendara sepeda motor yang melintas di jalan sekitaran Kantor Telkom Kalianda.
Beni, misalnya. Warga Way Urang Kalianda ini mengaku harus mencium bau busuk setiap melintas di jalan itu. Dia mengungkapkan jalan itu kerap dilaluinya pada sore hari, ketika akan membuka toko pakaian pinggir jalan milik temannya yang tak jauh dari lokasi tempat menumpuknya sampah-sampah kiriman warga tersebut.
“Bau banget bang. Mana tumpukan sampah ini terlihat merusak pemandangan Kota Kalianda. Padahal warga sudah sering mengeluhkan tumpukan sampah ini dengan petugas kebersihan yang biasa mengangkut sampah di lokasi ini,” terangnya.
Pantauan Radar Lamsel, tumpukan sampah tersebut diantaranya sisa sayuran maupun limbah rumah tangga yang diduga dibuang oleh warga yang berjualan di Pasar Inpres Kalianda, mapun kiriman dari warga lain yang tinggal di seputaran Kota Kalianda. (iwn)

BAGIKAN