Ulah Oknum LSM Resahkan Kades

866
Veridial – Kegiatan Rakor Kecamatan Katibung dilaksanakan di balai Desa Sidomekar diikuti oleh Kades dari 12 desa dan Uspika Katibung, Selasa (25/10) kemarin.

KATIBUNG – Ulah oknum yang mengatasnamakan Lembaga Swadasya Masyarakat (LSM) dikeluhkan oleh sejumlah Kepala Desa (Kades) yang ada di Kecamatan Katibung.
Menurut sumber Radar Lamsel, ulah oknum LSM kerap kali mengganggu kinerja sejumlah Kades diwilayah Katibung. Bahkan diyakini oleh sumber tidak hanya wilayah Katibung yang merasakan dampaknya namun bisa jadi diseluruh wilayah Lamsel juga demikian.
“Ulah oknum LSM kerap mengganggu kinerja dan tidak jarang banyak Kades yang tersandung hukum . Sebagai Kades tentunya serba bingung akan mengadukan kepada siapa,” ujar sumber yang tak ingin disebutkan namanya.
Dikatakannya, permasalahan ini sudah mendapatkan tanggapan langsung dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait keluahan sejumlah Kades yang merasa dirugikan. “Seharusnya ada tindakan tegas dari pemerintah. Jujur saja, kami merasa terganggu. Jika sudah begitu akan berdampak pada kinerja juga,” beber dia.
Lebih lanjut Sumber Radar Lamsel mengaku sering didatangi LSM yang kerap mencari-cari kesalahan. Padahal, itu bukan ranahnya. “Kami akan lebih respect kepada yang benar-benar wartawan atau LSM yang benar-benar legal. Bukan abal-abal,” imbuhnya.
Terakhir korban dari oknum LSM abal-abal adalah Kades Rangai Tri Tunggal Juwanto. Dikabarkan Juwanto tersandung masalah dengan oknum tersebut. Saat Radar Lamsel hendak meminta keterangan perihal masalah tersebut Juwanto enggan berkomentar dan lebih memilih diam.
Menanggapi hal tersebut Camat Katibung Hendra Jaya mengatakan, tidak perlu takut dengan ulah oknum tersebut. Menurutnya selama kinerja para Kades baik tidak perlu resah dan gelisah. “Jika memang berada dijalur yang benar segera melapor atas ketidaknyamanan, karena memang Lampung sedang darurat LSM dan wartawan abal-abal,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Katibung Heri Priyantoro menegaskan kepada seluruh Kades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk bersatu padu menyelesaikan persoalan yang meresahkan tersebut.
“Selama berada dijalur yang benar kenapa mesti takut, sedangkan dengan wartawan yang sudah jelas legalitasnya saja para Kades tidak takut. Ini yang perlu di kritisi dan dipahami,” ujar Heri.
Lebih lanjut Pria asal Desa Tanjung Agung itu mengharapakan kekompakan antara Kades dan BPD harus terus dipupuk. Sebab, sekarang sudah bukan saatnya saling menyalahkan.
“Yang terpenting saat ini adalah bersatu membangun desa, kekompakan antara Kades dan BPD menjadi modal kuat untuk membangun Katibung lebih baik lagi. Sebagai PDL kami siap memberikan masukan dan arahan,” pungkasnya. (ver)

BACA :  Desa Diminta Cermat Susun RKPDes